Kebijaksanaan Sejati Menuntut Kereinduan dan Kesungguhan
...

Kebijaksanaan Sejati Menuntut Kereinduan dan Kesungguhan

Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 08 Nopember 2026. Kebijaksanaan Sejati Menuntut Kerinduan dan Kesungguhan (Kebijaksanaan 6:12-17). 6:12 Kebijaksanaan bersinar dan tak dapat layu, mudah dipandang oleh yang kasih kepadanya, dan ditemukan oleh mereka yang mencarinya. 6:13 Ia mendahului memperkenalkan diri kepada yang ingin kepadanya. 6:14 Barangsiapa pagi-pagi bangun demi kebijaksanaan tak perlu bersusah payah, sebab ditemukannya duduk di dekat pintu. 6:15 Merenungkannya merupakan pengertian sempurna, dan siapa yang berjaga karena kebijaksanaan segera akan bebas dari kesusahan. 6:16 Sebab ia sendiri berkeliling mencari orang yang patut baginya, dan dengan rela memperlihatkan diri kepada mereka di jalan, pada tiap-tiap pikiran dijumpainya. 6:17 Sebab permulaan kebijaksanaan ialah keinginan sejati akan didikan, dan mencari didikan adalah kasih kepadanya.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Kebijaksanaan 6:12-17

Pertama : Kebijaksanaan Sejati Ditemukan oleh Hati yang Sungguh-Sungguh Mencarinya. Penulis Kitab Kebijaksanaan menggambarkan bahwa kebijaksanaan itu bercahaya, tidak pernah pudar, dan mudah ditemukan oleh mereka yang mencarinya dengan sungguh-sungguh. Bahkan, kebijaksanaan itu sendiri mendahului orang-orang yang merindukannya dan mendatangi mereka yang layak menerimanya. Pesan ini mengajarkan bahwa kebijaksanaan bukan sekadar memiliki banyak pengetahuan atau kecerdasan, melainkan kemampuan untuk melihat kehidupan berdasarkan kehendak Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk tidak hanya sibuk mencari keberhasilan duniawi, tetapi juga menyediakan waktu untuk berdoa, membaca Kitab Suci, dan mendengarkan suara Tuhan. Sebab, orang yang sungguh-sungguh mencari kebijaksanaan Allah akan mampu mengambil keputusan yang benar dan menjalani hidup dengan lebih terarah.



Kedua : Kebijaksanaan Menuntut Kerinduan dan Kesungguhan untuk Bertumbuh dalam Iman. Bacaan ini menegaskan bahwa orang yang berjaga-jaga demi kebijaksanaan akan segera terbebas dari kesulitan, sebab kebijaksanaan berkeliling mencari mereka yang layak menerimanya. Hal ini mengajarkan bahwa relasi dengan Allah tidak boleh dijalani secara setengah hati, tetapi membutuhkan kerinduan, keterbukaan, dan kesungguhan untuk terus belajar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak untuk tidak merasa diri paling benar atau paling tahu, melainkan rendah hati menerima nasihat, belajar dari pengalaman, dan berani memperbaiki kesalahan. Sebab, hati yang terbuka terhadap kebijaksanaan Allah akan semakin dimampukan untuk membedakan yang baik dan yang buruk serta menjalani kehidupan sesuai dengan kehendak-Nya.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda