Menjadi Teladan Bagi Sesama
...

Menjadi Teladan Bagi Sesama

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 06 Nopember 2026. Menjadi Teladan Bagi Sesama (Filipi 3:37-4:1). 3:17 Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu. 3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. 3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. 3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, 3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. 4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Filipi 3:17–4:1:

Pertama : Hidup Kristiani Harus Menjadi Teladan bagi Sesama. Paulus mengajak jemaat untuk mengikuti teladannya dan memperhatikan mereka yang hidup menurut teladan yang telah diberikan. Ia juga mengingatkan tentang orang-orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus, yang hanya memikirkan perkara duniawi dan menjadikan hal-hal duniawi sebagai tujuan hidup. Pesan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa cara hidup kita dapat menjadi inspirasi, tetapi juga dapat menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dipanggil untuk menunjukkan iman melalui sikap jujur, rendah hati, bertanggung jawab, dan penuh kasih. Sebab, menjadi pengikut Kristus bukan hanya tentang mengakui iman dengan kata-kata, melainkan juga menghadirkan teladan Kristus melalui tindakan nyata.



Kedua : Kewargaan Kita di Surga Menjadi Dasar untuk Tetap Teguh dalam Iman. Paulus mengingatkan bahwa kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari sana kita menantikan Yesus Kristus, yang akan mengubah tubuh kita yang hina menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia. Kesadaran ini mengajarkan bahwa kehidupan duniawi bukanlah tujuan akhir perjalanan kita. Karena itu, kita tidak boleh terlalu melekat pada kekayaan, kekuasaan, kenikmatan, atau kesenangan sementara hingga melupakan kehidupan kekal. Dalam menghadapi kesulitan, penderitaan, dan godaan dunia, kita diajak untuk tetap teguh dalam iman dan tidak kehilangan harapan. Sebab, harapan akan kehidupan surgawi memberi kita kekuatan untuk menjalani kehidupan duniawi dengan setia, sambil terus mengarahkan hati kepada Kristus yang menjadi tujuan akhir hidup kita.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda