Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 02 Nopember 2026. Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Kasih Tidak Berakhir Oleh Kematian (2Makabe 12:43-46). Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu disuruhnyalah mengadakan kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 2 Makabe 12:43-46:
Pertama : Kasih Tidak Berakhir oleh Kematian, tetapi Tetap Dinyatakan melalui Doa. Dalam bacaan pertama, Yudas Makabe mengumpulkan uang dan mengirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban silih bagi orang-orang yang telah meninggal. Tindakan ini menunjukkan keyakinan bahwa kematian bukanlah akhir dari hubungan kasih antara mereka yang masih hidup dan mereka yang telah meninggal. Doa bagi arwah merupakan ungkapan kasih, kepedulian, dan iman akan kehidupan kekal. Hal ini mengajak kita untuk tidak hanya mengenang orang-orang yang telah meninggal melalui bunga, lilin, dan kunjungan ke makam, tetapi terutama melalui doa yang tulus. Sebab, meskipun kita tidak lagi dapat berbicara dan melakukan sesuatu secara langsung bagi mereka, kita tetap dapat menyerahkan mereka kepada kerahiman Allah melalui doa-doa kita.
Kedua : Iman akan Kehidupan Kekal Mengajarkan Kita untuk Memandang Kematian dengan Pengharapan. Yudas Makabe mempersembahkan kurban bagi orang-orang yang telah meninggal karena ia percaya akan kebangkitan dan kehidupan sesudah kematian. Keyakinan ini mengingatkan kita bahwa hidup manusia tidak berakhir di dalam kubur, sebab Allah berkuasa memberikan kehidupan yang kekal. Karena itu, kematian bukan hanya peristiwa kehilangan dan kesedihan, melainkan juga saat untuk memperbarui pengharapan akan janji Allah. Bagi kita yang masih hidup, iman ini menjadi undangan untuk mempersiapkan diri dengan menjalani kehidupan yang baik, memperbanyak perbuatan kasih, mengampuni, dan berdamai dengan sesama. Sebab, hidup yang dipenuhi kasih di dunia menjadi ungkapan iman kita akan kehidupan kekal bersama Allah.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda