Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 26 Oktober 2026. Mengampuni Berarti Membebaskan Hati dari Kebencian (Efesus 4:32-5:8). 4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu. 5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih 5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. 5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. 5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. 5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. 5:7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. 5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Efesus 4:32–5:8:
Pertama : Mengampuni Berarti Membebaskan Hati dari Kebencian. Paulus mengajak jemaat agar ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni sebagaimana Allah telah mengampuni mereka dalam Kristus. Ajakan ini mengingatkan kita bahwa mengampuni bukanlah perkara mudah, terutama ketika kita disakiti oleh orang yang dekat dengan kita. Dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat, luka hati sering kali bertahan lama karena kita terus mengingat kesalahan orang lain, memelihara dendam, atau menunggu pihak lain meminta maaf terlebih dahulu. Kita perlu bertanya, “Apakah saya sungguh ingin berdamai, atau saya masih ingin orang lain terus merasa bersalah atas kesalahannya?” Sebab, pengampunan bukan berarti kita menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang benar, melainkan keputusan untuk tidak membiarkan kebencian menguasai hati kita. Kita tetap dapat menegur kesalahan, menetapkan batas yang sehat, dan memperjuangkan keadilan tanpa harus memelihara dendam. Ketika kita belajar mengampuni, kita tidak hanya membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan sesama, tetapi juga membiarkan kasih Allah menyembuhkan hati kita sendiri.
Kedua : Berjalan sebagai Anak Terang. Paulus mengingatkan bahwa dahulu kita adalah kegelapan, tetapi sekarang kita adalah terang di dalam Tuhan. Karena itu, kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang, yang menghasilkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Menjadi anak terang bukan sekadar menghindari kejahatan secara pribadi, melainkan juga berani memilih yang benar ketika lingkungan sekitar menganggap kebohongan, gosip, kebencian, atau ketidakjujuran sebagai hal yang biasa. Kita perlu bertanya, “Apakah saya sungguh menjadi pembawa terang, atau justru ikut menyebarkan kegelapan melalui perkataan dan tindakan saya?” Sebab, kegelapan tidak selalu hadir dalam bentuk kejahatan besar kadang-kadang ia tumbuh melalui kebiasaan kecil yang dibiarkan terus-menerus, seperti membicarakan keburukan sesama, memutarbalikkan kebenaran demi kepentingan sendiri, atau membiarkan ketidakadilan karena takut kehilangan keuntungan. Hidup sebagai anak terang menuntut keberanian untuk tetap jujur ketika berbohong terasa lebih mudah, tetap berbuat baik ketika orang lain membalas dengan kejahatan, dan tetap membela kebenaran ketika kita berisiko tidak disukai. Terang Kristus menjadi nyata bukan ketika kita merasa diri lebih suci daripada orang lain, melainkan ketika kehadiran kita membantu orang lain menemukan jalan menuju kebaikan, kebenaran, dan kasih.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda