Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Sabtu, 24 Oktober 2026. Mengembangkan Karunia Untuk Melayani (Efesus 4:7-16). 4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. 4:8 Itulah sebabnya kata nas: Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia. 4:9 Bukankah Ia telah naik berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? 4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. 4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, 4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, 4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. 4:16 Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Efesus 4:7-16:
Pertama : Mengembangkan Karunia untuk Melayani, Bukan Menonjolkan Diri. Paulus menegaskan bahwa setiap orang menerima kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Ini mengingatkan kita bahwa setiap talenta dan kemampuan yang kita miliki bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk membangun sesama dan Gereja. Kita perlu bertanya, “Apakah saya menggunakan karunia yang saya miliki untuk melayani atau justru mencari pengakuan dan pujian?” Sebab, karunia menjadi berkat ketika digunakan dengan kasih dan kerendahan hati. Kita tidak harus memiliki kemampuan yang sama untuk memberikan sumbangan yang berarti, sebab Allah memperhitungkan kesetiaan kita dalam mengembangkan apa yang telah dipercayakan-Nya.
Kedua : Bertumbuh Dewasa dalam Kristus. Paulus mengajak kita agar tidak lagi menjadi anak-anak yang mudah diombang-ambingkan oleh berbagai ajaran, melainkan bertumbuh dalam kebenaran dan kasih menuju Kristus sebagai Kepala. Ini mengingatkan kita bahwa kedewasaan iman tidak diukur hanya dari lamanya kita menjadi orang Katolik, tetapi dari kemampuan kita untuk semakin mengasihi, memahami kebenaran, dan bertanggung jawab atas pilihan hidup. Kita perlu bertanya, “Apakah iman saya sungguh bertumbuh, atau saya masih mudah dikuasai emosi, prasangka, dan kepentingan diri?” Sebab, iman yang dewasa tidak hanya mengetahui apa yang benar, tetapi juga berani mewujudkannya dengan kasih. Ketika setiap anggota bertumbuh dan menjalankan perannya dengan setia, Gereja semakin diteguhkan menjadi satu tubuh yang hidup, saling melengkapi, dan memancarkan kasih Kristus kepada dunia.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda