Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026. Mengasihi Melampaui Kemampuan (Efesus 3:14-21). 3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 3:21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Efesus 3:14-21:
Pertama : Dikuatkan dalam Batin oleh Roh Kudus. Paulus berdoa agar umat beriman dikuatkan dalam batin oleh Roh Allah sehingga Kristus sungguh berdiam di dalam hati mereka. Ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati bukan hanya berasal dari kemampuan diri, melainkan dari kehadiran Allah dalam hidup kita. Kita perlu bertanya, “Apakah saya memberi ruang bagi Roh Kudus untuk membimbing pikiran, sikap, dan keputusan saya?” Sebab, hati yang dikuatkan oleh Allah mampu bertahan dalam kesulitan tanpa kehilangan iman dan kasih. Ketika Kristus menjadi pusat hati kita, kita tidak mudah dikuasai oleh ketakutan maupun keputusasaan.
Kedua : Mengasihi Melampaui Kemampuan Kita. Paulus mengajak kita memahami betapa luas, panjang, tinggi, dan dalamnya kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan. Kasih ini tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dialami dan diwujudkan dalam relasi dengan sesama. Kita perlu bertanya, “Apakah kasih saya tetap bertahan ketika harus menghadapi orang yang sulit saya terima?” Sebab, kasih Kristus mengundang kita melampaui ego, mengampuni dengan tulus, dan tetap berbuat baik tanpa mengharapkan balasan. Kita tidak pernah dapat menghabiskan kekayaan kasih Kristus, tetapi kita dapat terus bertumbuh di dalamnya. Dengan demikian, hidup kita menjadi kesaksian bahwa Allah sanggup melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda