Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Rabu, 21 Oktober 2026. Dipanggil Untuk Menyingkapkan Rahasia Allah (Efesus 3:2-12). 3:2 --memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Efesus 3:2-12:
Pertama : Dipanggil untuk Menyingkapkan Rahasia Allah. Paulus menyadari bahwa dirinya dipanggil untuk mewartakan rahasia Allah, yakni rencana keselamatan-Nya bagi semua orang dalam Kristus. Ini mengingatkan kita bahwa iman bukanlah anugerah untuk dinikmati sendiri, melainkan kabar baik yang harus dibagikan. Kita perlu bertanya, “Apakah melalui perkataan dan tindakan saya, orang lain semakin mengenal kasih Allah?” Sebab, pewartaan Injil tidak hanya terjadi melalui kata-kata, tetapi juga melalui hidup yang membawa pengharapan, pengampunan, dan kasih. Kita dipanggil bukan hanya untuk mengetahui kasih Allah, tetapi juga menjadi tanda nyata kasih itu bagi sesama. Dengan demikian, hidup kita dapat menjadi jembatan yang membawa orang lain semakin dekat kepada Kristus.
Kedua : Berani Mendekat kepada Allah. Paulus menegaskan bahwa dalam Kristus, kita memperoleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan. Artinya, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan atau merasa tidak layak untuk datang kepada-Nya. Namun, sering kali dosa, kecemasan, dan rasa bersalah membuat kita menjauh dari Allah. Karena itu, kita perlu bertanya, “Apakah saya sungguh percaya bahwa Allah selalu membuka jalan bagi saya untuk kembali kepada-Nya?” Iman mengajak kita untuk datang kepada Allah dengan hati terbuka, sebab dalam Kristus, kita menemukan keberanian untuk berharap dan kekuatan untuk memulai kembali. Kedekatan dengan Allah bukanlah hasil kesempurnaan kita, melainkan buah rahmat Kristus yang membuka jalan bagi kita. Semakin kita berakar dalam kasih-Nya, semakin kuat pula kita menghadapi kesulitan hidup tanpa kehilangan harapan.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda