Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 19 Oktober 2026. Diselamatkan Oleh Kasih Karunia (Efesus 2:1-10). 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan-- 2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Efesus 2:1-10:
Pertama : Diselamatkan oleh Kasih Karunia, Bukan karena Kehebatan Diri. Paulus menegaskan bahwa kita diselamatkan oleh kasih karunia melalui iman, bukan karena hasil usaha kita sendiri. Keselamatan adalah anugerah Allah yang menghidupkan kita ketika kita masih terbelenggu oleh dosa. Sabda ini mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu membuktikan kelayakan diri agar dikasihi Allah, sebab kasih-Nya justru mendahului segala usaha kita. Namun, terkadang kita merasa diri lebih baik daripada orang lain karena kesalehan, pelayanan, atau keberhasilan yang kita miliki. Karena itu, kita perlu bertanya, “Apakah saya sungguh menyadari bahwa segala kebaikan dalam diri saya adalah anugerah Allah?” Sebab, orang yang menyadari dirinya diselamatkan oleh kasih karunia akan semakin rendah hati dan tidak mudah menghakimi sesama. Kita tidak berbuat baik supaya Allah mengasihi kita, tetapi karena kita telah lebih dahulu dikasihi-Nya. Dengan demikian, setiap tindakan kasih menjadi ungkapan syukur atas keselamatan yang telah kita terima.
Kedua : Diciptakan Kembali untuk Melakukan Pekerjaan Baik. Paulus mengatakan bahwa kita adalah buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan-Nya. Artinya, keselamatan bukanlah akhir perjalanan iman, melainkan awal kehidupan baru yang menghasilkan buah kasih. Allah tidak hanya membebaskan kita dari dosa, tetapi juga memberikan tujuan baru bagi hidup kita. Sering kali, kita mengukur keberhasilan iman dari seberapa banyak doa yang kita ucapkan atau kegiatan rohani yang kita ikuti, tetapi lupa memperhatikan kebaikan yang kita hadirkan bagi orang lain. Karena itu, kita perlu bertanya, “Apakah kehadiran saya membawa kebaikan dan kehidupan bagi orang-orang di sekitar saya?” Sebab, iman yang sejati harus tampak dalam tindakan nyata, terutama melalui perhatian kepada mereka yang lemah, terlupakan, dan membutuhkan pertolongan. Setiap hari, Allah memberi kita kesempatan untuk menjadi saluran kasih-Nya melalui tindakan sederhana. Ketika kita mengampuni, menolong, dan melayani dengan tulus, kita menunjukkan bahwa kasih karunia Allah sungguh bekerja dan menghasilkan buah dalam hidup kita.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda