Allah Bekerja Dengan Cara Yang Tak Terduga
...

Allah Bekerja Dengan Cara Yang Tak Terduga

Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 18 Oktober 2026. Allah Bekerja Dengan Cara Yang Tak Terduga (Yesaya 45:1.4-6). 45:1 Beginilah firman TUHAN: Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: 45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku. 45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku, 45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Yesaya 45:1.4-6:

Pertama : Allah Bekerja Melalui Jalan yang Tidak Kita Duga. Melalui Nabi Yesaya, Allah menyebut Koresy, raja Persia yang bukan berasal dari bangsa Israel, sebagai orang yang dipilih untuk melaksanakan rencana-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa Allah dapat memakai siapa saja, bahkan orang yang tidak kita duga, untuk menghadirkan keselamatan bagi umat-Nya. Sering kali, kita membatasi cara Allah bekerja menurut pikiran dan harapan kita sendiri. Kita mengira bahwa kebaikan hanya dapat datang melalui orang-orang yang seiman atau memiliki pandangan yang sama dengan kita. Karena itu, kita perlu bertanya, “Apakah saya terbuka untuk mengenali karya Allah melalui orang-orang dan peristiwa yang tidak sesuai dengan harapan saya?” Sebab, Allah tidak pernah dibatasi oleh prasangka dan keterbatasan manusia. Kita dipanggil untuk memiliki hati yang rendah hati agar mampu menemukan kehendak Allah dalam berbagai pengalaman hidup. Bahkan, orang yang berbeda dari kita dapat menjadi sarana bagi Allah untuk mengubah dan mendewasakan iman kita.



Kedua : Allah Adalah Tuhan atas Seluruh Kehidupan. Allah menegaskan bahwa Dialah Tuhan dan tidak ada yang lain selain Dia. Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa seluruh kehidupan berada dalam kuasa-Nya, bukan dalam kendali mutlak manusia atau kekuatan dunia. Namun, kita sering menjadikan kekayaan, jabatan, keberhasilan, atau pengakuan orang lain sebagai sandaran utama hidup. Ketika semua itu hilang, kita pun merasa kehilangan arah dan pegangan. Karena itu, kita perlu bertanya, “Siapakah yang sungguh menjadi pusat dan sandaran hidup saya?” Sebab, iman kepada Allah yang esa mengajak kita untuk tidak menggantungkan seluruh harapan pada sesuatu yang sementara. Menjadikan Allah sebagai Tuhan berarti tetap setia kepada-Nya dalam keberhasilan maupun kegagalan. Dengan demikian, kita belajar menggunakan segala berkat secara bijaksana tanpa menjadikannya pengganti Allah dalam hati kita.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda