Menjadi Milik Kristus
...

Menjadi Milik Kristus

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Sabtu, 10 Oktober 2026. Menjadi Milik Kristus (Galatia 3:22-29). 3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya. 3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan. 3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. 3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. 3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. 3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. 3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan 1 , karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus. 3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Galatia 3:22-29:

Pertama : Iman kepada Kristus Mengubah Cara Kita Melihat Diri Sendiri dan Sesama. Paulus menegaskan bahwa dalam Kristus tidak ada lagi perbedaan yang menjadi dasar untuk merasa lebih tinggi atau lebih rendah: bukan lagi soal Yahudi atau Yunani, hamba atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan. Semua adalah satu di dalam Kristus dan menjadi milik-Nya. Ini bukan berarti semua perbedaan manusia dihapuskan, tetapi bahwa tidak ada perbedaan yang boleh menjadi alasan untuk merendahkan martabat orang lain. Karena itu, iman kita diuji bukan hanya melalui doa dan ibadah, tetapi melalui cara kita memandang sesama. Jika kita sungguh hidup dalam Kristus, kita tidak boleh membangun tembok berdasarkan status, kekayaan, pendidikan, suku, jabatan, atau masa lalu seseorang. Kristus seharusnya membuat lingkaran kasih kita semakin luas, bukan semakin eksklusif.



Kedua : Menjadi Milik Kristus Berarti Memiliki Identitas Baru. Paulus berkata bahwa mereka yang dibaptis dalam Kristus telah mengenakan Kristus dan menjadi milik-Nya. Artinya, kekristenan bukan sekadar memiliki agama, tetapi menerima identitas baru: hidup kita sekarang dibentuk oleh Kristus. Cara kita berbicara, mengambil keputusan, memperlakukan orang lain, menggunakan harta, menghadapi penderitaan, bahkan mengampuni, semuanya seharusnya semakin mencerminkan siapa yang kita kenakan. Karena itu, pertanyaan penting bagi seorang beriman bukan hanya, “Apakah saya sudah menjalankan kewajiban agama?”, tetapi juga, “Apakah orang dapat mengenali Kristus melalui hidup saya?” Sebab menjadi milik Kristus berarti membiarkan hidup kita sedikit demi sedikit menjadi wajah kasih-Nya bagi dunia.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda