Allah Menyertai Perjalanan Kita
...

Allah Menyertai Perjalanan Kita

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumt, 02 Oktober 2026. Perayaan Wajib Para Malaekat Pelindung. Allah Menyertai Perjalanan Kita (Keluaran 23:20-23). 23:20 Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan. 23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia. 23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu. 23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Keluaran 23:20-23a, dalam kaitan dengan Pesta Wajib Para Malaikat Pelindung:

Pertama : Allah Menyertai Perjalanan Kita Melalui Utusan-Nya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan.” Perjalanan umat Israel menuju Tanah Terjanji mengingatkan kita bahwa hidup manusia juga merupakan sebuah perjalanan menuju kepenuhan hidup bersama Allah. Kita tidak selalu mengetahui apa yang ada di depan, tetapi Allah tidak membiarkan kita berjalan sendirian. Ia mengutus malaikat-Nya untuk menjaga dan menuntun. Para malaikat pelindung menjadi tanda bahwa perhatian Allah tidak pernah jauh dari kehidupan kita, bahkan dalam perjalanan yang tidak kita mengerti. Karena itu, kita dipanggil untuk berjalan dengan percaya, sambil belajar peka terhadap tuntunan Allah yang hadir dengan cara-cara yang sering kali lembut dan tidak kelihatan.



Kedua : Perlindungan Allah Menuntut Kita untuk Mendengarkan dan Setia pada Jalan-Nya. Malaikat yang diutus Allah bukan hanya bertugas melindungi, tetapi juga membawa umat pada jalan yang dikehendaki Allah: “Perhatikanlah dia dan dengarkanlah perkataannya.” Di sini kita melihat bahwa perlindungan ilahi bukan berarti kita bebas berjalan sesuka hati. Allah menjaga kita dengan menuntun kita kepada jalan yang benar. Pesta para malaikat pelindung mengajak kita bukan hanya memohon penjagaan, tetapi juga memiliki hati yang taat dan peka terhadap suara Allah. Sebab, sering kali bahaya terbesar bukanlah karena kita tidak dijaga, melainkan karena kita menolak tuntunan yang diberikan kepada kita. Maka, orang yang sungguh percaya pada penyertaan Allah akan belajar berjalan dengan hati yang waspada, mendengarkan suara-Nya, dan setia pada jalan yang membawa kepada kehidupan.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda