Jalan Kecil Misi Gereja
...

Jalan Kecil Misi Gereja

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 01 Oktober 2026. Pesta St. Teresia dari Kanak-Kanak Yesus, Pelindung Misi. Jalan Kecil Misi Gereja (Yesaya 66:10-14). 66:10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya! 66:11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas. 66:12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan. 66:13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu kamu akan dihibur di Yerusalem. 66:14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Yesaya 66:10-14b, dalam kaitan dengan Pesta Santa Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Pelindung Misi:

Pertama : Misi Berawal dari Pengalaman Dikasihi dan Dihibur oleh Allah. Yesaya menggambarkan Allah seperti seorang ibu yang menghibur anaknya: “Seperti seorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu.” Allah terlebih dahulu memberikan penghiburan, kelembutan, dan kehidupan kepada umat-Nya. Inilah dasar dari setiap perutusan: kita tidak pergi membawa sesuatu yang berasal dari diri kita sendiri, tetapi membawa kasih yang terlebih dahulu kita terima dari Allah. Santa Teresia memahami hal ini dengan sangat mendalam. Ia memilih menjadi kecil di hadapan Allah dan membiarkan dirinya dikasihi seperti seorang anak yang sepenuhnya percaya kepada orang tuanya. Dari hati yang mengalami kasih Allah itulah tumbuh kerinduan untuk menyelamatkan dan membawa jiwa-jiwa kepada-Nya. Karena itu, seorang misioner sejati bukan pertama-tama orang yang banyak berbicara tentang Allah, melainkan orang yang terlebih dahulu membiarkan dirinya disentuh oleh kasih Allah.



Kedua : Jalan Kecil Misi Gereja. Santa Teresia tidak pergi ke negeri-negeri misi dan tidak melakukan karya pewartaan yang besar secara lahiriah. Namun, melalui doa, pengorbanan kecil, kesetiaan dalam hal-hal sederhana, dan kasih kepada sesama, ia mempersembahkan seluruh hidupnya bagi karya misi. Karena itu Gereja mengangkatnya sebagai Pelindung Misi. Hal ini mengingatkan kita bahwa kekuatan misi tidak selalu tampak dalam karya-karya besar. Seperti gambaran Yesaya tentang sukacita dan penghiburan yang mengalir dari Yerusalem, kasih yang sederhana pun dapat menjadi saluran kehidupan bagi banyak orang. Setiap doa yang tulus, pengorbanan yang tersembunyi, kesabaran, dan tindakan kasih yang dilakukan karena cinta kepada Allah dapat menjadi bagian dari karya misioner Gereja. Di tangan Allah, sesuatu yang kecil yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi besar bagi keselamatan banyak orang.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda