Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 29 September 2026. Pesta St. Mikhael, St. Gabriel, St. Rafael Malaikat Agung. Menjadi Utusan Allah (Daniel 7:9-10. 13-14). 7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar 7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Daniel 7:9-10,13-14, dalam terang Pesta Tiga Malaikat Agung, Mikhael, Gabriel, dan Rafael:
Pertama : Di Tengah Kekacauan Dunia, Allah Tetap Memegang Kuasa dan Kemenangan Ada di Tangan-Nya. Daniel melihat takhta Allah, dan di hadapan-Nya berdiri para malaikat yang melayani-Nya. Kemudian tampak “seorang seperti anak manusia” yang menerima kekuasaan, kemuliaan, dan kerajaan yang kekal. Penglihatan ini mengingatkan kita bahwa di balik segala kekacauan dan kekuatan dunia, ada Allah yang tetap berdaulat. Dalam tradisi Gereja, tiga malaikat agung membantu kita melihat karya Allah itu: Mikhael tampil sebagai pembela dalam perjuangan melawan kejahatan, Gabriel sebagai pembawa pesan Allah, dan Rafael sebagai tanda penyertaan Allah yang menyembuhkan dan menuntun. Karena itu, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan. Kita dipanggil untuk tetap berdiri di pihak Allah, sebab kuasa terakhir bukan milik kejahatan, melainkan milik Tuhan.
Kedua : Menjadi “Utusan Allah” Berarti Membawa Perlindungan, Kabar Baik, dan Penyembuhan. Pesta tiga Malaikat Agung bukan hanya mengajak kita mengenal siapa Mikhael, Gabriel, dan Rafael, tetapi juga mengingatkan kita akan panggilan kita sebagai orang beriman. Seperti Mikhael, kita dipanggil berani melawan kejahatan seperti Gabriel, kita dipanggil membawa kabar yang baik dan seperti Rafael, kita dipanggil hadir untuk menuntun, menemani, dan membawa kesembuhan. Dunia tidak selalu membutuhkan orang yang banyak berbicara tentang Tuhan, tetapi membutuhkan orang yang menghadirkan Tuhan melalui keberanian, perkataan yang baik, dan kepedulian nyata. Maka, setiap keluarga dan komunitas Kristiani dipanggil menjadi tempat di mana orang merasa dilindungi dari kejahatan, mendengar kabar yang menggembirakan, dan mengalami kasih Allah yang menyembuhkan.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda