Segala Sesuatu Ada Waktunya
...

Segala Sesuatu Ada Waktunya

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 25 September 2026. Segala Sesuatu Ada Waktunya (Pengkotbah 3:1-11). 3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. 3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam 3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun 3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa ada waktu untuk meratap ada waktu untuk menari 3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk 3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang 3:7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara 3:8 ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. 3:9 Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 3:10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 3:11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Pengkhotbah 3:1-11:

Pertama : Setiap Peristiwa Memiliki Waktu dalam Penyelenggaraan Tuhan. Pengkhotbah mengingatkan bahwa segala sesuatu ada waktunya: ada waktu untuk lahir dan meninggal, menangis dan tertawa, mencari dan kehilangan. Kita sering gelisah karena ingin segala sesuatu terjadi menurut waktu dan rencana kita sendiri. Namun, iman mengajarkan kita untuk belajar percaya bahwa hidup tidak selalu harus kita kendalikan. Ada saatnya kita bertindak, tetapi ada pula saatnya kita menunggu dengan sabar, karena Tuhan bekerja dalam waktu-Nya sendiri.



Kedua : Tuhan Menanamkan Kerinduan akan Keabadian dalam Hati Manusia. Pengkhotbah mengatakan bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya dan menaruh kekekalan dalam hati manusia. Ini menunjukkan bahwa hati manusia tidak pernah benar-benar puas hanya dengan apa yang sementara. Kita boleh menikmati sukacita, pekerjaan, relasi, dan berbagai berkat kehidupan, tetapi semuanya tidak dapat menjadi tujuan terakhir. Di balik setiap kerinduan manusia, ada kerinduan yang lebih dalam kepada Tuhan sendiri, sebab hanya Dia yang mampu memenuhi hati manusia dengan kepenuhan yang tidak dapat diberikan oleh dunia.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda