Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 20 September 2026. Pikiran dan Jalan Tuhan (Yesaya 55:6-9). 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! 55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Yesaya 55:6-9:
Pertama : Mencari Tuhan Berarti Berani Meninggalkan Jalan yang Menjauhkan Kita dari-Nya. Nabi Yesaya mengajak, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.” Mencari Tuhan bukan sekadar meluangkan waktu untuk berdoa, tetapi juga berani meninggalkan pikiran, kebiasaan, dan keinginan yang tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Allah senantiasa membuka jalan pertobatan, tetapi kita perlu memiliki kerendahan hati untuk kembali kepada-Nya. Kadang kita ingin Tuhan mengubah keadaan hidup kita, padahal Tuhan terlebih dahulu mengundang kita untuk membiarkan Dia mengubah hati kita. Pertobatan dimulai ketika kita berhenti membenarkan diri dan dengan rendah hati membiarkan Tuhan menunjukkan jalan yang benar.
Kedua : Pikiran dan Jalan Tuhan Melampaui Cara Kita Memahami Hidup. Tuhan berkata, “Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku.” Kita sering mengukur kebaikan Allah berdasarkan apa yang terjadi sesuai dengan keinginan kita: jika doa terkabul, kita merasa Tuhan dekat jika harapan tertunda, kita mudah mengira Tuhan meninggalkan kita. Padahal, kebijaksanaan Allah jauh melampaui pandangan manusia yang terbatas. Karena itu, iman menuntut bukan hanya percaya ketika kita memahami, tetapi juga tetap percaya ketika kita belum mengerti. Ada saatnya kita tidak membutuhkan semua jawaban, melainkan hati yang cukup percaya untuk tetap berjalan bersama Tuhan.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda