Kebangkitan Kristus Mengubah Cara Memandang dan Menjalani
...

Kebangkitan Kristus Mengubah Cara Memandang dan Menjalani

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 18 September 2026. Kebangkitan Kristus Mengubah Cara Memandang dan Menjalani (1Korintus 15:12-20). 15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. 15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 1Korintus 15:12-20:

Pertama : Kebangkitan Kristus Adalah Jaminan bahwa Hidup Kita Tidak Berakhir dalam Kekosongan. Paulus dengan tegas menunjukkan konsekuensi iman yang menolak kebangkitan orang mati: “Jika tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.” Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah pewartaan para rasul dan sia-sialah pula iman kita. Bagi Paulus, kebangkitan bukan tambahan kecil dalam iman Kristiani, melainkan fondasi yang menentukan seluruh makna kehidupan. Karena Kristus sungguh bangkit, kematian tidak lagi menjadi tembok terakhir yang memutuskan segala sesuatu. Ada kehidupan yang melampaui kubur, ada tujuan yang melampaui dunia sekarang, dan ada harapan yang melampaui apa yang dapat dilihat oleh mata. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa bahwa apa yang kita perjuangkan akan berakhir begitu saja: kebaikan yang tidak dihargai, pengorbanan yang tidak dikenang, doa yang seolah-olah tidak dijawab, atau penderitaan yang tidak kunjung selesai. Iman akan kebangkitan mengajarkan bahwa tidak ada kasih, pengorbanan, dan kesetiaan yang sia-sia di hadapan Allah. Apa yang tampaknya berakhir di dunia ini masih berada dalam tangan Allah. Karena itu, orang Kristiani dipanggil untuk hidup bukan dengan logika “semuanya akan berakhir”, melainkan dengan keyakinan bahwa Allah sedang membawa hidup kita menuju kepenuhan yang lebih besar daripada apa yang dapat kita lihat sekarang.



Kedua : Kristus yang Bangkit Mengubah Cara Kita Memandang Kematian dan Cara Kita Menjalani Hidup. Paulus menyebut Kristus sebagai “yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” Ungkapan ini sangat indah: Kristus bukan hanya bangkit untuk diri-Nya sendiri, tetapi kebangkitan-Nya menjadi awal dan jaminan bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Kebangkitan Kristus membuka masa depan baru bagi umat manusia. Karena itu, iman Paskah bukan sekadar keyakinan tentang apa yang terjadi pada Yesus dahulu, tetapi menentukan bagaimana kita hidup sekarang. Jika kita sungguh percaya bahwa kehidupan berakhir dalam Allah, maka kita tidak perlu menjalani hidup dengan ketakutan yang berlebihan terhadap kehilangan, kegagalan, atau kematian. Kita juga tidak perlu menggenggam segala sesuatu seolah-olah dunia sekarang adalah satu-satunya yang kita miliki. Kita dapat belajar melepaskan, mengampuni, berbagi, dan mencintai dengan lebih bebas. Bahkan kematian orang yang kita kasihi tidak lagi hanya dipandang sebagai kehilangan tanpa jawaban, melainkan sebagai sebuah misteri yang kita serahkan kepada Allah yang telah lebih dahulu membuka jalan melalui kebangkitan Kristus. Dengan demikian, iman akan kebangkitan bukan membuat kita menjauh dari kehidupan duniawi, tetapi justru membuat kita semakin berani menghidupi kehidupan ini dengan kasih, sebab kita tahu bahwa hidup kita memiliki tujuan yang melampaui kematian.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda