Kebenaran Dihidupi Dalam Kasih
...

Kebenaran Dihidupi Dalam Kasih

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 10 September 2026. Kebenaran Dihidupi Dalam Kasih (1Korintus 8:1b-7,11-13). 8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: kita semua mempunyai pengetahuan. Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu pengetahuan, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. 8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa. 8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut allah, baik di sorga, maupun di bumi--dan memang benar ada banyak allah dan banyak tuhan yang demikian-- 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. 8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya. 8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena pengetahuan mu. 8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus. 8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.

Renungan : Dua Pokok Permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, 1Kor 8:1b-7.11-13:

Pertama : Pengetahuan tentang Iman Harus Menghasilkan Kasih, Bukan Kesombongan. Paulus berkata bahwa “pengetahuan membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.” Kita bisa mengetahui banyak hal tentang iman, Kitab Suci, dan ajaran Gereja, tetapi pengetahuan itu kehilangan maknanya jika membuat kita merasa lebih benar daripada orang lain. Iman bukan perlombaan untuk membuktikan siapa yang paling tahu, melainkan jalan untuk semakin mengasihi. Karena itu, semakin kita memahami Allah, seharusnya semakin rendah hati dan semakin peka terhadap kelemahan sesama. Kebenaran yang tidak disertai kasih dapat melukai tetapi kebenaran yang dihidupi dalam kasih membangun.



Kedua : Kebebasan Kristiani Berhenti Ketika Kebebasan Kita Mulai Menjatuhkan Iman Sesama. Paulus sebenarnya mengakui bahwa makanan tidak menentukan hubungan seseorang dengan Allah. Namun, ia meminta umat Korintus untuk tidak menggunakan kebebasan mereka dengan cara yang dapat menyesatkan saudara yang imannya masih lemah. Ini menjadi pertanyaan penting bagi kita: bukan hanya “Apakah saya boleh melakukan ini?”, tetapi juga “Apakah tindakan saya membantu atau justru menjauhkan orang lain dari Kristus?” Kebebasan Kristiani bukan kebebasan untuk melakukan segala sesuatu yang kita inginkan, melainkan kebebasan untuk memilih apa yang paling membawa kasih. Kadang-kadang kasih meminta kita melepaskan sesuatu yang sebenarnya boleh kita lakukan, demi menjaga iman dan keselamatan sesama.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda