Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 03 September 2026. Kita Milik Kristus (1Korintus 3:18-23). 3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya. 3:20 Dan di tempat lain: Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. 3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, 1Korintus 3:18-23:
Pertama : Kebijaksanaan Dunia Dapat Menjadi Kebodohan di Hadapan Allah. Paulus mengingatkan, “Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, hendaklah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.” Yang dimaksud Paulus bukanlah bahwa pengetahuan atau kecerdasan itu buruk, melainkan bahwa manusia dapat begitu mengandalkan ukuran dunia sampai tidak lagi membutuhkan Allah. Dunia sering mengukur keberhasilan dari kepandaian, pengaruh, prestasi, kekuasaan, dan kemampuan mengendalikan segala sesuatu. Namun di hadapan Allah, kebijaksanaan sejati justru lahir dari kerendahan hati untuk mengakui bahwa hidup kita bukan pusat segala sesuatu. Karena itu, pertanyaan penting bagi kita bukan hanya, “Apakah saya pintar dan berhasil?”, tetapi, “Apakah kepandaian dan keberhasilan saya membuat saya semakin bergantung pada Allah atau justru semakin merasa tidak membutuhkan-Nya?”
Kedua : Kita Tidak Perlu Memiliki Segalanya karena Kita Sudah Menjadi Milik Kristus. Paulus mengatakan, “Segala sesuatu adalah milikmu,” tetapi sekaligus menegaskan, “kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” Pernyataan ini membalik cara manusia memandang kepemilikan. Kita sering mencari rasa aman dengan memiliki lebih banyak: harta, jabatan, relasi, pengakuan, bahkan posisi dalam komunitas. Namun semakin kita menggantungkan identitas pada apa yang kita miliki, semakin mudah kita takut kehilangan dan membandingkan diri dengan orang lain. Paulus mengajarkan bahwa kebebasan sejati bukan pertama-tama karena kita memiliki banyak hal, melainkan karena kita tahu siapa yang memiliki kita: Kristus. Jika kita sungguh sadar bahwa hidup kita adalah milik Kristus, kita dapat menggunakan segala sesuatu tanpa diperbudak olehnya, menerima keberhasilan tanpa kesombongan, dan menghadapi kehilangan tanpa kehilangan harapan.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda