Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 31 Agustus 2026. Kerapuhan Pewarta: Ruang bagi Kuasa Roh Kudus (1 Korintus 2:1-5). 2:1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. 2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. 2:3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. 2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, 2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, 1Korintus 2:1-5:
Pertama : Iman Tidak Bertumbuh dari Kehebatan Kata-Kata, tetapi dari Kekuatan Salib Kristus. Paulus datang ke tengah jemaat Korintus bukan dengan mengandalkan kepandaian berbicara atau kehebatan manusia. Ia berkata bahwa ia telah memutuskan “untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Dunia sering mengukur keberhasilan dari kemampuan tampil meyakinkan dan menunjukkan kehebatan diri, tetapi Paulus justru menempatkan Kristus yang disalibkan sebagai pusat pewartaannya. Bagi kita, ini menjadi pertanyaan: dalam iman dan pelayanan kita, apakah yang sebenarnya kita wartakan—Kristus atau diri kita sendiri? Pewarta sejati bukanlah orang yang membuat orang lain kagum kepada dirinya, melainkan orang yang melalui hidupnya membawa orang lain semakin mengenal dan mencintai Kristus.
Kedua : Kerapuhan Pewarta Dapat Menjadi Ruang bagi Kuasa Roh Kudus. Paulus mengakui bahwa ia datang “dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.” Ia tidak menyembunyikan kerapuhannya, sebab ia ingin agar iman jemaat “jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan tidak selalu menunggu kita menjadi kuat untuk memakai kita Ia dapat bekerja justru melalui keterbatasan dan kelemahan kita. Dalam terang iman Katolik, pelayanan bukan pertama-tama soal kemampuan manusia, melainkan karya rahmat Allah. Karena itu, kita tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk bersaksi tentang Kristus yang Tuhan minta adalah hati yang bersedia dan mau mengandalkan kekuatan-Nya.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda