Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Sabtu, 29 Agustus 2026. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis. Setia Kepada Kebenaran (Yeremia 1:17-19). 1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! 1:18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini. 1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN.
Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama hari ini, Yeremia 1:17-19, yang dapat kita hubungkan dengan wafatnya Yohanes Pembaptis:
Pertama : Setia pada Kebenaran Meskipun Harus Berhadapan dengan Ancaman. Tuhan berkata kepada Yeremia, “Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku membuat engkau gentar terhadap mereka.” Yeremia diutus untuk menyampaikan firman Allah kepada bangsa yang keras hati. Ia dipanggil bukan untuk mencari penerimaan manusia, melainkan untuk tetap setia pada kebenaran yang dipercayakan kepadanya. Semangat yang sama tampak dalam diri Yohanes Pembaptis. Ia tidak takut menegur Herodes karena mengambil Herodias, istri saudaranya. Yohanes tidak mengubah kebenaran hanya supaya dirinya aman atau diterima oleh penguasa. Kesetiaannya akhirnya membawa dia kepada penjara dan kematian. Di sinilah kita belajar bahwa menjadi saksi Kristus berarti berani mengatakan yang benar, tetapi sekaligus dengan hati yang tidak membenci. Ada saat ketika iman menuntut keberanian untuk berdiri teguh, bahkan ketika kebenaran itu membuat kita tidak populer, disalahpahami, atau mengalami kerugian. Yohanes Pembaptis menunjukkan bahwa hidup seorang nabi bukan terutama tentang panjangnya umur, melainkan tentang kesetiaan pada tugas yang dipercayakan Allah.
Kedua : Tuhan Tidak Menjanjikan Hidup Tanpa Penderitaan, tetapi Menjanjikan Penyertaan dalam Perjuangan. Kepada Yeremia, Tuhan tidak mengatakan bahwa ia tidak akan mengalami perlawanan. Sebaliknya, Tuhan mempersiapkannya menghadapi raja-raja, pemuka-pemuka, imam-imam, dan seluruh rakyat. Namun Tuhan juga berjanji, “Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau.” Janji ini menjadi sangat indah ketika kita mengingat wafatnya Yohanes Pembaptis. Secara manusiawi, Yohanes tampaknya dikalahkan: ia dipenjara, kehilangan kebebasan, lalu dipenggal. Tetapi secara rohani, ia tidak pernah dikalahkan, sebab ia telah menyelesaikan tugasnya sebagai suara yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Wafat Yohanes mengingatkan kita bahwa kemenangan iman tidak selalu berarti lolos dari penderitaan atau kematian. Kadang-kadang kemenangan justru berarti tetap setia sampai akhir. Tuhan menyertai bukan selalu dengan menghindarkan kita dari salib, melainkan dengan memberikan kekuatan untuk memikulnya. Karena itu, ketika kita menghadapi tekanan, ketidakadilan, atau bahkan konsekuensi karena mempertahankan iman dan kebenaran, kita tidak perlu takut. Seperti Yeremia dan Yohanes Pembaptis, kita dipanggil untuk percaya bahwa lebih baik kehilangan kenyamanan demi kebenaran daripada kehilangan kebenaran demi kenyamanan.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda