Dipanggil Menjadi Kudus
...

Dipanggil Menjadi Kudus

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026. Dipanggil Menjadi Kudus (1Korintus 1:1-9). 1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, 1:2 kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. 1:3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 1:4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. 1:5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 1:6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. 1:7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 1:8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 1:9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama hari ini, 1Korintus 1:1-9:

Pertama : Kita Dipanggil Menjadi Kudus karena Rahmat Allah. Paulus menyapa jemaat Korintus sebagai mereka yang telah dikuduskan dalam Kristus dan dipanggil menjadi orang-orang kudus. Ini mengingatkan kita bahwa kekudusan bukan hanya milik orang-orang tertentu, melainkan panggilan setiap orang yang telah dibaptis. Kita semua dipanggil untuk semakin menyerupai Kristus dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Kekudusan tidak berarti hidup tanpa kelemahan atau kesalahan, tetapi terus membuka diri terhadap rahmat Allah yang mengubah hidup. Allah tidak menunggu kita menjadi sempurna untuk memanggil kita Ia memanggil kita agar, dengan rahmat-Nya, kita terus bertumbuh menuju kekudusan.



Kedua : Bersyukur karena Rahmat Allah yang Menyertai Kita sampai Akhir. Paulus bersyukur karena jemaat Korintus telah diperkaya dalam segala hal, baik dalam perkataan maupun pengetahuan, dan karena kesaksian tentang Kristus telah diteguhkan di tengah mereka. Namun, Paulus juga mengarahkan perhatian mereka kepada kesetiaan Allah: Tuhanlah yang akan meneguhkan mereka sampai pada kesudahannya. Ini menjadi penghiburan bagi kita ketika menyadari bahwa perjalanan iman tidak selalu mudah. Kita dapat mengalami kelemahan, kegagalan, dan berbagai tantangan, tetapi kita tidak berjalan sendirian. Yang menopang hidup iman kita bukan hanya kekuatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan, tetapi terutama kesetiaan Tuhan kepada kita. Karena itu, marilah kita menjalani setiap hari dengan rasa syukur, sambil terus percaya bahwa Allah yang telah memulai karya-Nya dalam diri kita akan setia menyertainya sampai akhir.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda