Tuhan Memilih Kita Untuk Diselamatkan
...

Tuhan Memilih Kita Untuk Diselamatkan

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 25 Agustus 2026. Tuhan Memilih Kita Untuk Diselamatkan (2Tesalonika 2:1-3a, 13b-17). 2:1 Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara, 2:2 supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. 2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! 2:13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai. 2:14 Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. 2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. 2:16 Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 2:17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan kedua hari ini, 2Tesalonika 2:1-3a.13b-17:

Pertama : Jangan Mudah Goyah oleh Kegelisahan tentang Hari Tuhan. Paulus mengingatkan jemaat agar tidak cepat bingung atau takut karena berita seolah-olah “hari Tuhan telah tiba.” Di tengah banyak suara dan informasi yang dapat mengguncangkan iman, orang beriman dipanggil bukan untuk hidup dalam kepanikan, tetapi dalam keteguhan hati. Iman tidak berarti kita mengetahui semua yang akan terjadi, melainkan percaya bahwa hidup kita tetap berada dalam tangan Tuhan. Karena itu, ketika masa depan terasa tidak pasti, kita tidak perlu membangun iman di atas ketakutan atau kabar yang belum jelas. Yang membuat kita teguh bukan kepastian tentang masa depan, melainkan kepastian bahwa Tuhan tetap menyertai kita.



Kedua : Tuhan Memilih Kita untuk Diselamatkan dan Memanggil Kita kepada Kekudusan. Paulus bersyukur karena jemaat Tesalonika telah dipilih Allah untuk diselamatkan melalui Roh yang menguduskan dan melalui iman akan kebenaran. Ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang sekaligus mengandung panggilan untuk hidup semakin kudus. Tuhan tidak hanya ingin menyelamatkan kita dari sesuatu, tetapi juga membawa kita menuju kehidupan yang baru. Karena itu, iman tidak boleh berhenti pada perasaan bahwa kita “sudah diselamatkan” iman harus tampak dalam cara kita hidup, berbicara, mengampuni, dan mengasihi. Orang yang sungguh menerima rahmat Tuhan akan perlahan menjadi pribadi yang membawa rahmat itu kepada sesamanya.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda