Gereja Adalah Mempelai Kristus
...

Gereja Adalah Mempelai Kristus

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 24 Agustus 2026. Gereja Adalah Mempelai (Wahyu 21:9-14). 21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba. 21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. 21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. 21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. 21:13 Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. 21:14 Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama hari ini, Wahyu 21:9b-14:

Pertama : Gereja adalah Mempelai yang Dipersiapkan untuk Bersatu dengan Kristus. Yohanes melihat “mempelai perempuan, pengantin Anak Domba” turun dari surga. Gambaran ini menunjukkan bahwa tujuan akhir Gereja bukan sekadar menjadi sebuah lembaga keagamaan, melainkan menjadi umat yang hidup dalam persatuan kasih dengan Kristus. Gereja adalah mempelai yang dikasihi, dimurnikan, dan dipersiapkan oleh Tuhan. Karena itu, menjadi anggota Gereja berarti dipanggil untuk membangun hubungan yang hidup dengan Kristus, bukan hanya menjalankan kewajiban keagamaan. Kekristenan mencapai kepenuhannya ketika hati manusia sungguh-sungguh menjadikan Kristus sebagai Dia yang paling dicintai.



Kedua : Kota Kudus Memiliki Dua Belas Pintu: Keselamatan Tuhan Selalu Mengandung Undangan untuk Masuk. Kota kudus itu memiliki dua belas pintu dan pada pintu-pintu tersebut tertulis nama kedua belas suku Israel, sementara pada fondasinya terdapat nama kedua belas rasul Anak Domba. Ini memperlihatkan kesinambungan karya Allah: keselamatan yang digenapi dalam Kristus tidak memutus sejarah umat Allah, tetapi menyatukannya dalam satu persekutuan. Pintu-pintu itu juga mengingatkan bahwa Allah menyediakan ruang bagi manusia untuk datang kepada-Nya. Gereja dipanggil menjadi seperti kota dengan pintu-pintu yang terbuka: bukan komunitas yang membuat orang takut mendekat, tetapi komunitas yang membantu manusia menemukan jalan menuju Kristus.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda