Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 07 Agustus 2026. Allah Membawa Kabar Baik (Nahum 1:15 2:2 3:1-3,6-7). 1:15 Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau ia telah dilenyapkan sama sekali! 2:2 Sungguh, TUHAN memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya. 3:1 Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman! 3:2 Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat! 3:3 Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Tidak habis-habisnya mayat-mayat, orang tersandung jatuh pada mayat-mayat! 3:6 Aku akan melemparkan barang keji ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan. 3:7 Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan engkau serta berkata: Niniwe sudah rusak! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari penghibur-penghibur untuk dia?
Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama hari ini, Nahum 1:15 2:2 3:1-3.6-7:
Pertama : Allah Membawa Kabar Baik dengan Menumbangkan Kuasa yang Menindas. Nabi Nahum mewartakan sukacita karena kehancuran Niniwe, lambang kekuasaan yang selama ini menindas banyak bangsa. Bagi umat Allah, kejatuhan itu bukan sekadar kemenangan politik, melainkan tanda bahwa Allah tidak membiarkan kejahatan berkuasa selamanya. Ia membela mereka yang tertindas dan memulihkan martabat umat-Nya. Bacaan ini mengingatkan bahwa harapan orang beriman tidak bertumpu pada kekuatan dunia, tetapi pada keadilan Allah yang pada waktunya akan dinyatakan.
Kedua : Kejahatan yang Terus Dipelihara Akhirnya Menghancurkan Pelakunya Sendiri. Niniwe digambarkan sebagai kota yang penuh kekerasan, tipu daya, dan penindasan. Selama bertahun-tahun kota itu tampak kuat dan tak terkalahkan, tetapi pada akhirnya semua kejahatannya berbalik menjadi kehancurannya sendiri. Bacaan ini mengajak kita untuk tidak membangun hidup di atas ketidakjujuran, keserakahan, atau penyalahgunaan kuasa. Hanya hidup yang berakar pada kebenaran dan kesetiaan kepada Allah yang mampu bertahan dan menghasilkan damai yang sejati.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda