Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Sabtu, 04 Juli 2026. Panen Yang Melimpah (Amos 9:11-15). 9:11 Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala, 9:12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini. 9:13 Sesungguhnya, waktu akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. 9:14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. 9:15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka, firman TUHAN, Allahmu.
Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama: Amos 9:11-15:
Pertama : Hukuman Allah Tidak Pernah Menjadi Kata Terakhir Harapan Selalu Menjadi Penutup Kisah-Nya. Kitab Amos yang selama ini dipenuhi teguran dan ancaman akhirnya ditutup dengan janji pemulihan. Tuhan berjanji membangun kembali pondok Daud yang telah roboh, memulihkan umat-Nya, dan mengembalikan mereka ke tanah yang subur. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan Allah menegur bukanlah menghancurkan, melainkan memulihkan. Kasih Allah selalu lebih besar daripada hukuman-Nya. Di tangan Tuhan, reruntuhan bukanlah akhir, melainkan bahan untuk membangun sesuatu yang baru. Karena itu, sebesar apa pun kegagalan atau dosa seseorang, harapan selalu terbuka bagi mereka yang kembali kepada Tuhan.
Kedua : Berkat Tuhan Mengalir kepada Mereka yang Hidup dalam Persekutuan dengan-Nya. Janji tentang panen yang melimpah, kebun anggur yang berbuah, dan tanah yang subur bukan sekadar berbicara tentang kemakmuran materi, tetapi tentang kehidupan yang dipulihkan oleh kehadiran Allah. Ketika hubungan manusia dengan Tuhan dipulihkan, seluruh hidup pun menemukan kembali damai dan kesuburannya. Bacaan ini mengingatkan bahwa berkat sejati bukan pertama-tama soal memiliki lebih banyak, melainkan hidup dalam persahabatan dengan Allah. Hati yang berakar pada Tuhan akan tetap berbuah, bahkan di tengah musim yang sulit.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda