Menjadi Batu Hidup
...

Menjadi Batu Hidup

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 03 Juli 2026. Pesta St. Thomas, Rasul. Menjadi Batu Hidup (Efesus 2:19-22). 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan kedua: Ef. 2:19-22 (Pesta St. Thomas, Rasul):

Pertama : Iman Kristen Dibangun di Atas Kesaksian Para Rasul. Santo Paulus mengatakan bahwa kita adalah anggota keluarga Allah yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Pada Pesta Santo Thomas Rasul, kita diingatkan bahwa Gereja berdiri di atas kesaksian nyata orang-orang yang mengalami Kristus dan menyerahkan hidup mereka demi Injil. Thomas pernah bergumul dengan keraguan, tetapi setelah berjumpa dengan Kristus yang bangkit, ia menjadi saksi yang setia hingga akhir hidupnya. Iman yang kokoh bukanlah iman yang tidak pernah bertanya, melainkan iman yang terus mencari dan akhirnya berakar pada kebenaran Kristus.



Kedua : Setiap Orang Beriman Dipanggil Menjadi Batu Hidup dalam Bangunan Allah. Paulus menggambarkan Gereja sebagai sebuah bangunan rohani yang terus bertumbuh menjadi tempat kediaman Allah. Artinya, Gereja bukan hanya gedung tempat kita berkumpul, melainkan persekutuan orang-orang yang hidup dalam persatuan dengan Kristus. Seperti batu-batu yang saling menopang, setiap orang memiliki peran untuk membangun Gereja melalui iman, kasih, dan pelayanan. Pesta Santo Thomas mengingatkan bahwa sekalipun seseorang pernah ragu, Tuhan tetap dapat menjadikannya bagian penting dalam karya keselamatan-Nya. Gereja menjadi kuat bukan karena setiap anggotanya sempurna, tetapi karena semuanya bersatu di atas Kristus, Sang Batu Penjuru.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda