Keadilan Adalah Wajah Kasih Allah
...

Keadilan Adalah Wajah Kasih Allah

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Rabu, 01 Juli 2026. Keadilan Adalah Wajah Kasih Allah (Amos 5:14-15.21-24). 5:14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 5:15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf. 5:21 Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 5:22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 5:23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 5:24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.

Renungan : Dua pokok permenungan dari bacaan pertama: Am. 5:14-15.21-24:

Pertama : Ibadah yang Berkenan kepada Tuhan Selalu Dilanjutkan dengan Hidup yang Benar. Melalui Nabi Amos, Tuhan menyampaikan teguran yang sangat keras. Ia menolak perayaan, kurban, dan nyanyian umat karena semuanya tidak disertai hidup yang adil dan benar. Bacaan ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan di tempat ibadah, tetapi juga bagaimana kita hidup setelah keluar dari sana. Doa, Misa, dan devosi akan kehilangan maknanya jika tidak menghasilkan kejujuran, kasih, dan kepedulian terhadap sesama. Ibadah yang sejati bukan hanya terdengar di altar, tetapi juga terlihat dalam kehidupan sehari-hari.



Kedua : Keadilan Adalah Wajah Kasih Allah yang Harus Mengalir Melalui Hidup Orang Beriman. Tuhan berseru, Biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air, dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. Keadilan yang dimaksud bukan sekadar menghukum yang salah, melainkan memperlakukan setiap orang dengan hormat, jujur, dan penuh belas kasih. Allah menghendaki agar kebaikan tidak muncul sesekali, tetapi menjadi arus yang terus menghidupi masyarakat. Karena itu, iman tidak boleh berhenti pada kesalehan pribadi, melainkan harus menghadirkan keadilan dalam keluarga, pekerjaan, dan lingkungan sekitar. Di mana keadilan ditegakkan, di situ kasih Allah menjadi nyata dan dunia sedikit demi sedikit dipulihkan.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda