Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 08 Juni 2026. Ketaan Mendahului Pengertian (1Raja-Raja 17:1-6). 17:1 Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan. 17:2 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya: 17:3 Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 17:4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana. 17:5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. 17:6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 1Raj 17:1-6:
Pertama : Tuhan Sering Memelihara Kita Melalui Cara yang Tidak Terduga. Ketika Nabi Elia menyampaikan hukuman Tuhan kepada Raja Ahab bahwa tidak akan ada hujan maupun embun selama beberapa tahun, ia segera memasuki masa yang penuh risiko. Sebagai nabi yang menentang raja, hidupnya berada dalam bahaya. Namun Tuhan tidak membiarkan Elia berjuang sendirian. Tuhan menyuruhnya bersembunyi di tepi Sungai Kerit dan memeliharanya dengan cara yang sangat tidak biasa: burung-burung gagak membawa roti dan daging setiap hari. Dalam pandangan manusia, burung gagak bukanlah lambang kemurahan hati atau sumber kehidupan. Namun justru melalui sarana yang tampaknya mustahil itulah Tuhan menunjukkan kuasa pemeliharaan-Nya. Sering manusia membatasi karya Tuhan hanya pada cara-cara yang masuk akal menurut perhitungan manusia. Kita berharap pertolongan datang dari sumber yang sudah kita kenal, dari orang-orang yang kita andalkan, atau dari jalan yang telah kita rencanakan. Ketika semua itu tertutup, kita mudah merasa ditinggalkan Tuhan. Kisah Elia mengajarkan bahwa pemeliharaan Allah tidak pernah terikat pada logika manusia. Tuhan mampu membuka jalan di tempat yang tidak kita duga dan menyediakan kebutuhan kita melalui sarana yang tidak pernah kita bayangkan. Iman sejati bukan hanya percaya bahwa Tuhan sanggup menolong, tetapi juga percaya bahwa Tuhan bebas memilih cara-Nya sendiri untuk menolong. Tugas kita adalah tetap percaya, bahkan ketika kita belum melihat bagaimana Tuhan sedang bekerja.
Kedua : Ketaatan Mendahului Pengertian. Sebelum mengalami mukjizat pemeliharaan Tuhan, Elia terlebih dahulu mendengarkan dan melaksanakan perintah Tuhan: ia pergi ke Sungai Kerit dan tinggal di sana sesuai dengan firman Tuhan. Menarik bahwa Tuhan tidak menjelaskan seluruh rencana-Nya sejak awal. Elia hanya menerima satu langkah yang harus dijalani, dan ia taat. Baru setelah ketaatan itu, ia mengalami bagaimana Tuhan menyediakan segala kebutuhannya hari demi hari. Pengalaman ini mengungkapkan suatu hukum rohani yang penting: sering Tuhan tidak memberikan seluruh gambaran tentang masa depan kepada kita. Manusia ingin mengetahui semuanya terlebih dahulu sebelum melangkah. Kita ingin jaminan, kepastian, dan penjelasan lengkap. Namun Tuhan lebih sering mengajak kita berjalan dalam iman daripada dalam kepastian yang terlihat. Ketaatan menjadi pintu masuk bagi pengalaman akan penyelenggaraan ilahi. Banyak berkat Tuhan tidak dapat dialami hanya dengan dipikirkan atau direncanakan, tetapi harus dijalani melalui langkah-langkah iman yang konkret. Elia tidak mengetahui berapa lama ia akan tinggal di Kerit, tidak mengetahui bagaimana ia akan bertahan hidup, tetapi ia mempercayakan dirinya kepada firman Tuhan. Bacaan ini mengajak kita untuk berani menaati kehendak Tuhan meskipun belum memahami seluruh rencana-Nya, karena sering pengertian datang setelah ketaatan, bukan sebelum ketaatan. Di sanalah iman bertumbuh dan hati belajar mengenal bahwa Tuhan sungguh setia kepada setiap orang yang bersandar kepada-Nya.
Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Kembali ke Beranda