Keputusan yang Lahir dari Roh Kudus Membawa Sukacita
...

Keputusan yang Lahir dari Roh Kudus Membawa Sukacita

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Keputusan yang Lahir dari Roh Kudus Membawa Sukacita (Kisah Para Rasul 15:22-31). 15:22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. 15:23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. 15:24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. 15:25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 15:26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 15:27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat. 15:30 Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. 15:31 Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Kisah Para Rasul 15:22–31:

Pertama : Kesatuan Gereja Dibangun dengan Kejelasan dan Kejujuran. Setelah melalui perdebatan dan pencarian bersama, para rasul dan penatua akhirnya mengambil keputusan yang jelas, lalu mengirim utusan untuk menyampaikannya kepada jemaat di Antiokhia. Mereka tidak membiarkan umat hidup dalam kebingungan atau mendengar kabar yang simpang siur. Bahkan mereka dengan jujur mengatakan bahwa ada orang-orang yang sebelumnya telah meresahkan jemaat tanpa mandat. Ini menunjukkan bahwa dalam hidup menggereja, kejelasan sangat penting. Kesatuan tidak lahir dari sikap diam atau menghindari masalah, tetapi dari keberanian untuk berbicara benar, menjelaskan dengan jernih, dan meluruskan yang keliru. Perikop ini mengajak kita untuk membangun komunikasi yang sehat dalam komunitas: tidak menyebarkan kabar yang belum jelas, tidak menambah-nambah cerita, tetapi berani menyampaikan kebenaran dengan cara yang membangun. Di situlah kepercayaan dan persatuan bertumbuh.



Kedua : Keputusan yang Lahir dari Roh Kudus Membawa Sukacita. Dalam surat itu tertulis kalimat yang sangat indah: “Adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami…” Ini menunjukkan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar hasil kompromi manusia, tetapi buah dari keterbukaan terhadap tuntunan Roh Allah. Dan hasilnya nyata: ketika surat itu dibacakan, jemaat bersukacita karena penghiburan yang mereka terima. Keputusan yang benar, yang lahir dari Roh Kudus, tidak membebani, tetapi justru membawa damai dan sukacita. Perikop ini mengajak kita untuk bertanya dalam hidup sehari-hari: dalam mengambil keputusan—baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan—apakah kita memberi ruang bagi Tuhan, atau hanya mengandalkan pikiran dan keinginan sendiri? Ketika kita belajar mendengarkan Tuhan, keputusan kita mungkin tidak selalu mudah, tetapi akan membawa kedamaian yang mendalam, bukan kegelisahan. Dan di situlah tanda bahwa Roh Kudus benar-benar bekerja dalam hidup kita.

Berkat : Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Kembali ke Beranda