Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 26 Maret 2026. Identitas Baru seturut Rencana Tuhan (Kejadian 17:3-9). 17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: 17:4 Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja. 17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. 17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadi Allah mereka. 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambi dari bacaan hari ini, Kejadian 17:3–9: Pertama, Identitas Baru seturut Rencana Tuhan. Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham, yang berarti “bapa sejumlah besar bangsa.” Nama di dalam Alkitab sering mencerminkan identitas dan misi ilahi seseorang. Dengan mengubah nama Abram, Allah menegaskan bahwa hidup Abraham kini terikat dengan janji dan tujuan-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun dipanggil untuk menerima identitas baru ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan, kadang itu berarti meninggalkan kebiasaan lama, ego, atau ketakutan, dan hidup sesuai panggilan ilahi. Permintaan Tuhan bukan hanya soal tindakan, tetapi tentang menjadi pribadi yang ditetapkan untuk rencana-Nya. Kedua, Janji Allah Mengajarkan Keabadian dan Kesetiaan-Nya. Allah menegaskan bahwa perjanjian-Nya dengan Abraham dan keturunannya adalah perjanjian yang kekal. Hal ini menunjukkan bahwa janji Tuhan melampaui waktu, generasi, dan bahkan keterbatasan manusia. Dalam hidup yang penuh ketidakpastian, janji Allah memberi jaminan bahwa rencana-Nya tidak akan gagal. Kita diajak percaya bahwa setiap langkah ketaatan, meski kecil, menjadi bagian dari pemenuhan rencana yang lebih besar. Kesetiaan Allah menuntun kita untuk hidup dalam keyakinan bahwa Ia menyertai kita dan keturunan kita, serta menyediakan tempat dan berkat yang tak tergantikan. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda