Kehadiran Tuhan Mengubah Kegagalan Menjadi Harapan
...

Kehadiran Tuhan Mengubah Kegagalan Menjadi Harapan

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Rabu, 25 Maret 2026. Kehadiran Tuhan Mengubah Kegagalan Menjadi Harapan (Yesaya 7:10-14, 8:10) 7:10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: 7:11 Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas. 7:12 Tetapi Ahas menjawab: Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN. 7:13 Lalu berkatalah nabi Yesaya: Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? 7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 8:10 Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Yesaya 7:10–14 8:10: Pertama, Tidak Meminta Pertanda. Ahas menolak untuk meminta pertanda dari Tuhan, dengan alasan “aku tidak mau mencobai TUHAN.” Di sini kita belajar bahwa iman sejati bukan tentang meminta tanda atau bukti yang besar, tetapi tentang penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah. Kerendahan hati muncul ketika kita mau percaya tanpa menuntut “jaminan” atau “bukti” sesuai kehendak kita sendiri. Dalam kehidupan modern, sering kita menunggu tanda-tanda spektakuler sebelum melangkah atau percaya, padahal Tuhan kadang bekerja melalui hal-hal sederhana, atau bahkan melalui penantian. Kerendahan hati mengajarkan bahwa percaya tanpa tuntutan adalah bentuk penyerahan diri yang paling tulus kepada Allah. Kedua, Kehadiran Tuhan Mengubah Kegagalan Menjadi Harapan. Yesaya menegaskan: “Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!” Pesan ini menegaskan bahwa kekuatan manusia terbatas, tetapi keberadaan Tuhan mengubah setiap rencana yang gagal menjadi sarana keselamatan dan pemulihan. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, manusia sering bergantung pada strategi, perencanaan, atau kekuatan sendiri. Tuhan mengingatkan bahwa kesuksesan sejati bukan terletak pada kemampuan kita, tetapi pada penyertaan-Nya. Bahkan kegagalan yang tampak pasti pun dapat menjadi bagian dari rencana ilahi yang lebih besar. Kehadiran Tuhan memberi arah dan pengharapan, meski situasi tampak mustahil. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda