Keselamatan Datang Berkat Iman
...

Keselamatan Datang Berkat Iman

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 24 Maret 2026. Keselamatan Datang berkat Iman (Bilangan 21:4-9). 21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. 21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak. 21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. 21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami. Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. 21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup. 21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Bilangan 21:4–9: Pertama, Ketidakpuasan Dapat Menjadi Pemberontakan terhadap Allah. Perjalanan panjang dan melelahkan membuat bangsa Israel kehilangan kesabaran. Apa yang awalnya hanya perasaan letih dan tidak nyaman, perlahan berubah menjadi keluhan, lalu berkembang menjadi penolakan terhadap Allah sendiri. Mereka melupakan penyertaan Tuhan di masa lalu dan hanya fokus pada kesulitan saat ini. Bahkan mereka merendahkan anugerah Tuhan dengan menyebut manna sebagai makanan hambar. Memang hati yang tidak dijaga mudah sekali beralih dari rasa syukur menjadi sungut-sungut. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering mengalami hal yang sama: ketika keadaan tidak sesuai harapan, kita mulai mempertanyakan Tuhan, bahkan menyalahkan-Nya. Akarnya adalah hati yang kehilangan rasa syukur. Keluhan kecil yang terus dipelihara dapat berkembang menjadi sikap hati yang menjauh dari Tuhan. Kedua, Keselamatan Datang berkat Iman. Ketika bangsa itu menyadari dosa mereka, Tuhan tidak langsung menghilangkan ular-ular tersebut, tetapi memberikan jalan keselamatan yang sederhana: memandang ular tembaga yang ditinggikan. Hal ini tampak tidak masuk akal. Bagaimana mungkin hanya dengan melihat ular yang ditinggikan seseorang bisa sembuh? Di sinilah letak iman: percaya pada cara Tuhan, meskipun tidak selalu sesuai dengan pengertian manusia. Kesembuhan tidak berasal dari kekuatan manusia, tetapi dari ketaatan pada firman Tuhan. Pemulihan sejati terjadi ketika kita “memandang” kepada Tuhan, yang berarti percaya, berserah, dan taat. Apa yang tampak sederhana dalam perintah Tuhan sering justru menjadi jalan keselamatan yang paling dalam. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda