Tuhan Mengatasi Kematian
...

Tuhan Mengatasi Kematian

Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 22 Maret 2026. Allah Mengatasi kematian (Yehezkiel 37:12-14). 37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. 37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Yehezkiel 37:12–14: Pertama, Allah Mengatasi kematian. Firman Tuhan berbicara tentang sesuatu yang secara manusiawi mustahil: membuka kubur dan membangkitkan orang dari dalamnya. Kubur adalah simbol akhir—tempat di mana harapan berhenti dan usaha manusia tidak lagi berarti. Namun justru di titik itulah Tuhan bekerja. Ia tidak hanya memperbaiki keadaan yang rusak, tetapi menghidupkan kembali apa yang sudah dianggap selesai atau mati. Kuasa Tuhan melampaui logika dan batas pengalaman manusia. Dalam hidup sehari-hari, sering manusia menguburkan harapan, relasi, bahkan panggilan hidupnya karena merasa semuanya sudah terlambat. Firman ini mengajak manusia untuk melihat dengan iman: bahwa tidak ada “kubur” yang terlalu tertutup bagi Tuhan. Apa yang sudah kita anggap akhir, di tangan Tuhan dapat menjadi awal yang baru. Kedua, Hidup Baru Berasal dari Roh Allah. Tuhan tidak hanya membangkitkan umat-Nya dari kubur, tetapi juga memberikan Roh-Nya ke dalam mereka agar sungguh-sungguh hidup kembali. Kebangkitan sejati bukan hanya soal keluar dari situasi sulit, tetapi mengalami pembaruan dari dalam. Tanpa Roh Allah, hidup manusia bisa saja tampak berjalan, tetapi sebenarnya kosong dan tidak memiliki arah. Dengan Roh-Nya, manusia tidak hanya “ada”, tetapi benar-benar “hidup” memiliki harapan, tujuan, dan relasi yang benar dengan Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering fokus pada perubahan situasi luar: ingin masalah selesai, keadaan membaik. Namun firman ini mengingatkan bahwa yang paling mendasar adalah perubahan hati. Ketika Roh Tuhan bekerja di dalam diri, manusia maka hidup baru itu tidak tergantung pada keadaan, melainkan pada kehadiran Allah yang menghidupkan dari dalam. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda