Relasi Kasih yang Mendidik
...

Relasi Kasih yang Mendidik

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Kamis, 19 Maret 2026. Hari Raya Santo Yosef, Suami Santa Perawan Maria. Relasi Kasih yang Mendidik (2Samuel 7:4-5,12-14,16). 7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: 7:5 Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? 7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. 7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. 7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. 7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 2 Samuel 7:4–16: Pertama, Kehendak Tuhan Melampaui Rencana Manusia. Daud memiliki niat baik untuk mendirikan rumah bagi Tuhan, namun Tuhan justru menolak rencana itu dan menyatakan bahwa bukan Daud yang akan membangun rumah bagi-Nya. Sebaliknya, Tuhanlah yang akan “membangun rumah” bagi Daud, yakni keturunan dan kerajaan yang kokoh untuk selama-lamanya. Di sini terlihat bahwa kehendak Tuhan melampaui rencana manusia, bahkan rencana yang baik sekalipun. Tuhan tidak hanya melihat tindakan lahiriah, tetapi juga memiliki rencana jangka panjang yang jauh lebih besar dan kekal. Dalam hidup sehari-hari, manusia sering merasa bahwa rencananya adalah yang terbaik, tetapi firman ini mengajak manusia untuk rendah hati dan percaya bahwa Tuhan dapat mengarahkan hidup manusia kepada sesuatu yang jauh lebih bermakna daripada yang dibayangkannya. Kedua, Relasi Kasih yang Mendidik. Tuhan berjanji akan menjadi Bapa bagi keturunan Daud, dan mereka akan menjadi anak-Nya. Namun, relasi ini bukan berarti tanpa konsekuensi. Tuhan juga menegaskan bahwa jika mereka melakukan kesalahan, Ia akan menghukum mereka dengan cara yang mendidik. Kasih Tuhan bukanlah kasih yang membiarkan, tetapi kasih yang membentuk dan mendisiplinkan. Dalam kehidupan iman, manusia diajak untuk memahami bahwa berkat dan janji Tuhan selalu berjalan bersamaan dengan panggilan untuk hidup benar. Ketika manusia mengalami kesulitan, hal itu tidak berarti bahwa Tuhan meninggalkannya, melainkan cara Tuhan membentuknya menjadi anak-anak-Nya yang bertumbuh dalam kesetiaan dan kebenaran. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda