Tuhan Menjanjikan Pembaharuan Sempurna
...

Tuhan Menjanjikan Pembaharuan Sempurna

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 16 Maret 2026. Tuhan Menjanjikan Pembaruan Sempurna (Yesaya 65:17-21). 65:17 Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. 65:18Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan. 65:19Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. 65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. 65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari ini, Yesaya 65:17–21: Pertama, Tuhan Menjanjikan Pembaruan Sempurna. Melalui nabi Yesaya, Tuhan menyampaikan janji yang sangat besar: Ia akan menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Segala penderitaan, kesedihan, dan luka masa lalu tidak lagi diingat. Tuhan tidak hanya memperbaiki sedikit demi sedikit, tetapi memperbarui seluruh ciptaan. Tuhan tidak membiarkan umat-Nya terus hidup dalam duka dan penderitaan. Ia ingin menghadirkan kehidupan yang baru, penuh sukacita dan harapan. Dalam hidup sering manusia menghadapi banyak kesulitan, kehilangan, atau kekecewaan. Dalam situasi ini Tuhan tetap bekerja membawa pembaruan. Di dalam Tuhan, masa depan tidak ditentukan oleh luka masa lalu, melainkan oleh harapan akan karya-Nya yang baru. Kedua, Tuhan Menghendaki Kehidupan yang Penuh Sukacita dan Kesejahteraan bagi Umat-Nya. Yesaya menggambarkan situasi sukacita demikian: Yerusalem akan dipenuhi sorak-sorai dan kegembiraan. Tidak akan terdengar lagi tangisan atau ratapan. Orang-orang akan hidup dengan damai, panjang umur, serta menikmati hasil dari kerja mereka: mereka membangun rumah dan tinggal di dalamnya, menanam kebun anggur dan menikmati buahnya. Gambaran ini menandaskan bahwa Tuhan menghendaki kehidupan yang utuh bagi manusia dalam keseharian hidup manusia. Tuhan ingin umat-Nya hidup dalam damai, sukacita, dan kesejahteraan. Serentak juga Tuhan mengundang manusia untuk hidup dalam sukacita, bekerja dengan setia, dan membangun kehidupan yang baik, sambil tetap berharap pada pemenuhan janji Tuhan yang membawa damai dan kebahagiaan bagi umat-Nya. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda