Ketaatan kepada Firman Tuhan Membawa Kehidupan dan Kebijaksanaan.
...

Ketaatan kepada Firman Tuhan Membawa Kehidupan dan Kebijaksanaan.

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Rabu, 11 Maret 2026. Ketaatan kepada Firman Tuhan Membawa Kehidupan dan Kebijaksanaan. (Ulangan 4:1,5-9). 4:1 Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. 4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. 4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? 4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini? 4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaanhari ini, Ulangan 4:1, 5–9: Pertama, Ketaatan kepada Firman Tuhan Membawa Kehidupan dan Kebijaksanaan. Musa mengingatkan bangsa Israel agar mereka mendengarkan dan melakukan ketetapan serta peraturan yang diajarkan Tuhan. Tujuannya bukan sekadar agar mereka memiliki hukum, tetapi supaya mereka hidup dan mengalami berkat di tanah yang dijanjikan. Ketaatan kepada hukum Tuhan akan menjadi tanda kebijaksanaan mereka di mata bangsa-bangsa lain. Dengan kata lain, hidup yang mengikuti kehendak Tuhan bukan hanya membawa berkat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi kesaksian bagi orang lain. Ketika manusia hidup seturut firman Tuhan, kehidupannya memancarkan kebijaksanaan yang berbeda dari cara dunia berpikir. Dari situlah orang lain dapat melihat bahwa Tuhan benar-benar hadir dan bekerja di tengah umat-Nya. Kedua, Iman Harus Diingat dan Diteruskan kepada Generasi Berikutnya. Musa juga mengingatkan bangsa Israel agar mereka tidak melupakan perbuatan Tuhan yang telah mereka lihat sendiri. Ingatan akan karya Tuhan tidak boleh hilang dari hati mereka sepanjang hidup. Bahkan mereka diminta untuk menceritakan dan mengajarkannya kepada anak cucu mereka. Iman bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi juga warisan rohani yang harus diteruskan. Ketika seseorang mengingat dan menceritakan kembali karya Tuhan dalam hidupnya, iman itu menjadi hidup dan berakar lebih dalam. Dengan demikian, generasi berikutnya tidak hanya mendengar tentang Tuhan secara teori, tetapi juga mengenal-Nya melalui kesaksian nyata dari kehidupan orang-orang yang lebih dahulu berjalan bersama-Nya. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda