Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 08 Maret 2026. Tindakan Iman menjadi Saluran Berkat (Kejadian 17:3-7). 17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan? 17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu! 17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah. 17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum. Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel. 17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan I hari Minggu ini, Keluaran 17:3–7: Pertama, Keraguan Manusia akan Kasih Setia Tuhan. Bangsa Israel bersungut-sungut karena kehausan dan kesulitan, bahkan mempertanyakan keberadaan Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Keraguan, ketakutan, dan keluhan mereka mencerminkan realitas manusia yang sering fokus pada kekurangan dan masalah, bukan pada penyediaan Allah. Keraguan manusia itu tidak membuat Allah menjauh. Justru melalui keluhan mereka, Allah memerintahkan Musa untuk mengambil tindakan membawa beberapa tua-tua dan memukul gunung batu. Tuhan menggunakan momen ketidakpercayaan mereka sebagai kesempatan untuk menegaskan kasih setia-Nya. Hal ini mengingatkan kita bahwa ketika kita ragu atau bersungut-sungut, Tuhan tidak meninggalkan kita. Tuhan sering bekerja melalui situasi sulit untuk menunjukkan kuasa dan pemeliharaan-Nya. Kedua, Tindakan Iman Menjadi Saluran Berkat. Allah tidak hanya memberi janji, tetapi juga menetapkan Musa untuk memimpin secara aktif: memukul gunung batu agar air keluar. Musa harus bergerak dengan iman, walaupun tugas itu tampak sederhana, bahkan bisa tampak mustahil dari sudut pandang manusia. Air yang muncul dari batu menjadi saksi bahwa berkat Tuhan sering keluar melalui ketaatan manusia yang sederhana. Tuhan menyediakan sumber kehidupan, tetapi kita diminta untuk menempatkan diri sebagai saluran-Nya membawa tangan, hati, dan iman kita untuk menjadi perantara bagi orang lain. Nama tempat itu, Masa dan Meriba, mengabadikan peristiwa ini sebagai pengingat: walaupun manusia bersungut dan mencobai Tuhan, kasih dan kuasa-Nya tetap nyata di tengah-tengah umat. Kita diajak untuk percaya bahwa Tuhan hadir bahkan ketika situasi tampak tidak memungkinkan, dan tindakan iman kita, sekecil apapun, dapat menyalurkan berkat-Nya. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda