Diberkati untuk Menjadi Berkat
...

Diberkati untuk Menjadi Berkat

Selamat pagi, selamat hari Minggu dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 01 Maret 2026. Diberkati untuk Menjadi Berkat (Kejadian 12:1-4). 12:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu 12:2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur dan engkau akan menjadi berkat. 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. 12:4 Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan pertama hari Minggu ini, Kejadian 12:1–4: Pertama, Iman Dimulai dengan Meninggalkan, Bukan Memiliki. Tuhan memanggil Abram untuk pergi meninggalkan negeri, sanak saudara, dan rumah bapanya. Panggilan itu bukan sekadar perpindahan geografis, tetapi pergeseran identitas dan rasa aman. Ia diminta berjalan menuju negeri yang bahkan belum disebutkan namanya. Iman di sini bukan tentang mengetahui seluruh peta, melainkan mempercayai Pribadi yang memberi arah. Abram tidak diberi detail, hanya janji. Sering Tuhan bekerja seperti itu: Tuhan tidak menyingkapkan seluruh masa depan, tetapi meminta langkah pertama. Setiap pertumbuhan rohani hampir selalu diawali dengan keberanian untuk melepaskan sesuatu zona nyaman, kendali, atau rencana pribadi. Sebelum menjadi “bangsa yang besar,” Abram harus terlebih dahulu menjadi peziarah. Iman bukan dimulai dengan kepastian, tetapi dengan ketaatan. Kedua, Diberkati untuk Menjadi Berkat: Tujuan Ilahi Lebih Besar dari Diri Sendiri. Janji Tuhan bukan hanya tentang kemasyhuran nama Abram atau keturunannya yang besar. Puncaknya ada pada kalimat ini: “olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Berkat tidak berhenti pada penerimanya berkat mengalir melalui penerimanya. Ini mengubah cara kita memandang anugerah. Ketika Tuhan memberkati, Tuhan sedang mempercayakan misi-Nya. Ketika Tuhan mengangkat, Tuhan sedang menugaskan. Abram dipilih bukan untuk eksklusivitas, tetapi untuk inklusivitas, agar melalui dirinya, dunia merasakan kebaikan Allah. Yang mengagumkan: pada usia tujuh puluh lima tahun, Abram pergi seperti yang difirmankan Tuhan. Tidak ada catatan debat panjang, hanya langkah ketaatan. Ketaatan sederhana itu menjadi titik awal sejarah keselamatan yang besar. Bacaan ini mengingatkan kita bahwa setiap panggilan Tuhan selalu mengandung dua dimensi: meninggalkan demi iman, dan diberkati untuk membagikan. Di situlah iman bertumbuh dan tujuan Allah dinyatakan. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda