Allah tidak berubah
...

Allah tidak berubah

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 17 Februari 2026. Allah tidak berubah (Yakobus 1:12-18). 1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. 1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: Pencobaan ini datang dari Allah! Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut. 1:16 Saudara-saudara yang kukasihi, janganlah sesat! 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. 1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Yakobus 1:12–18: Pertama, Dari Keinginan ke Maut atau dari Kasih ke Mahkota. Yakobus memperlihatkan dua “rantai kelahiran” yang berlawanan. Rantai pertama: Keinginan menghasilkan Dosa dan Dosa menghasilkan Maut. Menurut Yakobus, pencobaan tidak berasal dari Allah. Akar masalahnya adalah keinginan yang tak terarah. Yakobus menggambarkannya seperti proses kehamilan: keinginan “dibuahi”, lalu melahirkan dosa, dan ketika dosa matang, dosa melahirkan maut. Artinya, kehancuran jarang terjadi secara tiba-tiba. Kehncuran tumbuh secara diam-diam di ruang batin yang dibiarkan tanpa pengawasan. Dosa bukan hanya sekadar tindakan dosa adalah hasil dari hasrat yang dibiarkan berkuasa. Menariknya, Yakobus tidak menyalahkan iblis dalam bagian ini—ia membawa kita bercermin. Musuh paling halus sering bukan dari luar, tetapi dari dalam. Rantai kedua berlawanan dengan rantai pertama, yaitu bertahan dalam pencobaan menghasilkan Tahan uji dan tahan uji menghasilkan Mahkota kehidupan “Mahkota kehidupan” merupakan simbol kemenangan relasi. Mahkota kehidupan ini dijanjikan kepada mereka yang mengasihi Allah. Jadi inti ketekunan bukan kekuatan mental, melainkan kasih. Orang bertahan bukan hanya karena disiplin, tetapi karena ia tidak ingin kehilangan Dia yang dikasihi. Mahkota ini mengingatkan kita pada janji kehidupan kekal yang digenapi dalam karya Yesus Kristus—Dia yang terlebih dahulu menang atas maut. Kedua, Allah Tidak Berubah. Setelah memperingatkan tentang bahaya keinginan, Yakobus segera menegaskan karakter Allah: “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas.” Yakobus menyebut Allah sebagai Bapa segala terang. Dalam dunia kuno, benda-benda langit berubah posisi dan menimbulkan bayangan. Tetapi pada Allah tidak ada “perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Artinya: situasi berubah, perasaan berubah, intensitas pencobaan berubah tetapi karakter Allah tidak berubah. Hal ini sangat penting: ketika kita jatuh, kita cenderung meragukan kebaikan Allah. Yakobus berkata, “Jangan sesat!” Jangan sampai pencobaan membuat kita salah mengenal Pribadi-Nya. Lebih jauh lagi, Allah bukan hanya memberi karunia, Allah melahirkan kita oleh firman kebenaran. Jika keinginan melahirkan dosa, maka Firman melahirkan kehidupan baru. Yakobus menggambarkan dua kelahiran yang kontras: keinginan lama melahirkan dosa dan dosa melahirkan maut. Sedangkan kehendak Allah menlahirkan firman kebenaran dan Firman itu hidup sebagai “anak sulung”. “Anak sulung” berbicara tentang posisi istimewa dan tujuan. Kita tidak sekadar diselamatkan dari dosa kita dijadikan tanda awal dari ciptaan baru Allah. Di tengah dunia yang berubah-ubah, identitas kita ersumber Allah yang tidak berubah. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda