Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Jumat, 13 Februari 2026. Tuhan menggunakan simbol untuk menyatakan kedaulatan-Nya. (1Raja-Raja 11:29-32 12:19). 11:29 Pada waktu itu, ketika Yerobeam keluar dari Yerusalem, nabi Ahia, orang Silo itu, mendatangi dia di jalan dengan berselubungkan kain baru. Dan hanya mereka berdua ada di padang. 11:30 Ahia memegang kain baru yang di badannya, lalu dikoyakkannya menjadi dua belas koyakan 11:31 dan ia berkata kepada Yerobeam: Ambillah bagimu sepuluh koyakan, sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku. 11:32 Tetapi satu suku akan tetap padanya oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang Kupilih itu dari segala suku Israel. 12:19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.
Renungan : Dua pokok permenungan yang daapt diambil dari bacaan hari ini, 1 Raja-raja 11:29–32 12:19: Pertama, Tuhan menggunakan simbol untuk menyatakan kedaulatan-Nya. Nabi Ahia mengambil kain baru yang melekat pada tubuhnya, lalu mengoyakkannya menjadi dua belas potong. Simbol itu menegaskan sesuatu yang luar biasa: kerajaan yang tampak utuh kini akan terbagi, dan keputusan ini bukanlah keputusan politis manusiawi, tetapi kehendak Tuhan. Tuhan sering berbicara melalui tanda yang sederhana namun jelas menunjukkan bahwa kedaulatan-Nya tidak bergantung pada kekuatan manusia. Tindakan simbolik ini mengingatkan kita bahwa Allah mengatur sejarah sering dengan cara yang tampak tak masuk akal bagi manusia, tetapi selalu tepat dan penuh maksud. Kedua, Pemisahan kerajaan. Kerajaan Salomo dikoyakkan karena penyimpangan hatinya dari Tuhan. Namun satu suku tetap dipertahankan “oleh karena hamba-Ku Daud dan Yerusalem yang Kupilih.” Bahkan di tengah penghakiman, Allah menunjukkan belas kasih dan kesetiaan-Nya. Hal ini mengingatkan kita bahwa konsekuensi dosa nyata, tetapi kasih Allah tak pernah hilang sepenuhnya Allah selalu meninggalkan sisa harapan, tempat pertobatan dan pemulihan masih selalu mungkin terjadi. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda