Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Senin, 17 Januari 2026. Diurapi Karena Dipilih (9:1-4,17-1910:1). 9:1 Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada. 9:2 Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. 9:3 Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai f betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu. 9:4 Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya. Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku. 9:18 Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: Maaf, di mana rumah pelihat itu? 9:19 Jawab Samuel kepada Saul, katanya: Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu. 10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli` berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 1 Samuel 9:1–4, 17–19 10:1: Pertama, Ketika yang Hilang Menjadi Jalan Menuju Panggilan. Saul memulai perjalanannya bukan dengan ambisi rohani, melainkan dengan tugas sederhana dan bahkan merepotkan: mencari keledai-keledai yang hilang. Ia berkeliling, lelah, dan tampaknya gagal. Namun justru di dalam kegagalan menemukan apa yang ia cari, Tuhan sedang menuntunnya menemukan siapa dirinya yang sejati. Sering kita merasa hidup “tidak ke mana-mana” karena yang kita cari tak kunjung ditemukan: pekerjaan, jawaban, arah, atau kepastian. Firman hari ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak selalu menyatakan kehendak-Nya lewat keberhasilan langsung, tetapi lewat kesetiaan dalam proses yang membingungkan. Saul mencari keledai, tetapi Tuhan sedang menyiapkan mahkota. Apa yang kita anggap sebagai gangguan atau keterlambatan bisa jadi adalah jalur rahasia menuju panggilan besar Allah atas hidup kita. Kedua, Diurapi Karena Dipilih. Saul digambarkan sebagai pribadi yang elok dan tinggi, namun ia datang kepada Samuel dengan sikap sederhana: ia bahkan tidak tahu siapa “pelihat” itu. Ia belum merasa layak, belum merasa siap, dan belum mengerti sepenuhnya apa yang akan terjadi. Namun Tuhan tetap mengurapinya. Hal ini menyingkapkan kebenaran penting: pengurapan Tuhan mendahului pemahaman manusia. Tuhan tidak menunggu sampai Saul merasa mampu Tuhan mengurapi karena Tuhan telah memilihnya. Pengurapan bukanlah tanda bahwa seseorang sudah sempurna, melainkan bahwa ia dipanggil untuk bertumbuh dalam tanggung jawab ilahi. Bagi kita, Firman ini menguatkan bahwa ketika Tuhan mempercayakan tugas, pelayanan, atau peran baru, Tuhan tidak sedang mencari orang yang paling yakin pada dirinya sendiri, tetapi orang yang mau dibentuk. Yang penting bukan seberapa siap kita menurut ukuran kita, melainkan seberapa taat kita melangkah menurut kehendak-Nya. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda