Kasih: Bukti Kelahiran Baru
...

Kasih: Bukti Kelahiran Baru

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 06 Januari 2026. Kasih Bukti Kelahiran Baru (1Yohanes 4:7-10). 4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. 4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. 4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, 1 Yohanes 4:7–10: Pertama, Kasih: Bukti Kelahiran Baru. Ayat 7–8 menyatakan hal yang radikal: mengasihi bukan hanya sebagai kewajiban moral, melainkan sebagai tanda kehidupan rohani. Yohanes berkata, setiap orang yang mengasihi. Dengan demikian Yohanes menegaskan bahwa kasih adalah bahasa alami dari orang yang lahir dari Allah. Ketika seseorang sulit mengasihi, persoalannya terletak pada kedalaman pengenalan akan Allah. Sebab Allah tidak hanya memiliki kasih, tetapi Allah sendiri adalah kasih. Mengenal Allah berarti semakin serupa dengan-Nya dalam cara kita mengasihi. Kedua, Kasih yang Mendahului. Ayat 9–10 menyingkapkan inti Injil: kasih Allah tidak menunggu kita layak. Kasih Allah mendahului pertobatan, ketaatan, bahkan kesadaran kita akan dosa. Allah mengutus Anak-Nya bukan karena manusia sudah mengasihi-Nya, tetapi justru ketika manusia belum mampu mengasihi sama sekali. Kenyataan ini membalikkan cara pandang dunia: kita sering mengasihi setelah kita menerima. Sedangkan Allah mengasihi agar kita dapat hidup. Hidup oleh Kristus berarti menjalani hari-hari hidup bukan untuk membuktikan diri kepada Allah, melainkan untuk bersyukur atas kasih yang sudah diberikan-Nya. Kesadaran bahwa kta telah menerima kasih Allah, memampukan kita untuk mengasihi sesama dengan tulus. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda