Terang Tuhan Mengundang
...

Terang Tuhan Mengundang

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Minggu, 04 Januari 2026. Pesta Penampakan Tuhan (Epifani). Terang yang Bangkti untuk Mengundang (Yesaya 60:1-6). 60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. 60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. 60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. 60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. 60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. 60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan I hari ini, Yesaya 60:1–6: Pertama, Terang yang Bangkit untuk Mengundang. Perintah “Bangkitlah, menjadi teranglah” (ayat 1) tidak muncul setelah kegelapan lenyap, melainkan di tengah kegelapan yang menutupi bumi. Hal ini menunjukkan bahwa terang Allah tidak bersifat reaktif, tetapi inisiatif ilahi. Terang itu bukan milik kita, melainkan kemuliaan Tuhan yang “terbit atasmu”, atas kita. Terang Tuhan atas hidup kita bukan hanya untuk membuat kita aman atau benar sendiri, tetapi untuk menarik bangsa-bangsa dan raja-raja kepada Tuhan sendiri. Artinya, hidup yang dipenuhi kemuliaan Tuhan secara alami menjadi undangan yang membuat orang lain mendekat kepada Tuhan. Kedua, Pemulihan Allah Mengubah Kehilangan Menjadi Kesaksian. Gambaran anak-anak yang kembali dari jauh, kekayaan bangsa-bangsa yang datang, dan hasil laut yang beralih (ayat 4-5), menunjukkan bahwa Allah bukan hanya memulihkan, tetapi melampaui apa yang pernah hilang. Yang menarik, respons umat bukan sekadar menerima berkat, melainkan “heran, berseri-seri, tercengang, dan berbesar hati” (ayat 5). Pemulihan sejati tidak hanya sekadar menerima kembali. Pemulihan sejati terjadi bila orang mengalami perubahan batin: dari luka menjadi kekaguman, dari kekosongan menjadi kesaksian. Emas dan kemenyan tidak berhenti sebagai simbol kemakmuran. Emas dan kemenyan menjadi saksi yang memberitakan “perbuatan masyhur TUHAN”. Semoga berkat yang kita terima tidak berakhir pada kenyamanan, tetapi berlanjut menjadi kesaksian tentang kemuliaan Tuhan. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda