Tuhan Datang Tiba-tiba
...

Tuhan Datang Tiba-tiba

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri hari ini, Selasa, 23 Desember 2025. Tuhan Datang Tiba-tiba (Maleakhi 3:1-4, 4:5-6). 3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. 3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. 3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. 3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. 4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Maleakhi 3:1–4 4:5–6: Pertama, Tuhan Datang Tiba-tiba. Dalam 3:1 dikatakan “Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! “ Teks ini menegangkan: Tuhan akan datang “dengan mendadak”. Kedatangan-Nya mendadak namun pekerjaan-Nya digambarkan sangat teliti, yaitu seperti tukang pemurni logam yang duduk dan memurnikan perak dengan sabar. Kehadiran Tuhan sering mengejutkan hidup kita, tetapi tujuan-Nya bukan menghancurkan, melainkan memurnikan. Api pemurnian bukan untuk menghancurkan logam, melainkan mengeluarkan kotoran agar nilai kesejatian logam tampak. Kehadiran Tuhan bukan untuk mencari persembahan yang ramai atau mengesankan, tetapi hati yang telah dimurnikan. Pertanyaannya buat setiap pribadi: “Apakah aku bersedia duduk dalam proses pemurnian Tuhan, walaupun tidak nyaman?” Kedua, Pemulihan Rohani Selalu Berujung pada Pemulihan Relasi. Menarik bahwa perikope ini tidak berakhir dengan ritual ibadah, melainkan dengan pemulihan hubungan antara bapa dan anak. Tuhan mengutus Elia bukan pertama-tama untuk mengubah sistem, tetapi untuk mengubah hati. Ibadah yang benar kepada Tuhan (Maleakhi 3) tidak bisa dipisahkan dari hubungan yang benar dengan sesama (Maleakhi 4). Kekudusan sejati tidak berhenti di bait Allah, tetapi mengalir ke rumah dan keluarga. Jika hati tidak dipulihkan, bahkan kehadiran Tuhan yang besar dan dahsyat bisa berubah menjadi penghukuman. Ketika hati dipulihkan, kedatangan Tuhan menjadi sumber harapan dan berkat. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda