Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Jumat, 19 Desember 2025. Allah Memulai Karya Besar-Nya dari Rahim yang Tertutup (Hakim-Hakim 13:2-7, 24-25). 13:2 Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah isterinya mandul, tidak beranak. 13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. 13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. 13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin. 13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. 13:7 Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah. 13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia. 13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan i yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat daimbil dari bacaan hari ini, Hakim-hakim 13:2–7, 24–25: Pertama, Allah Memulai Karya Besar-Nya dari Rahim yang Tertutup. Kisah Simson dimulai dari kemandulan. Rahim yang tertutup menjadi tempat pertama di mana kuasa Allah dinyatakan. Hal ini menegaskan bahwa Allah tidak menunggu kondisi ideal menurut manusia untuk berkarya dan melakukan karya keselamatan. Dalam keterbatasan, ketidakmungkinan, dan rasa “tidak mampu”, Allah menyatakan inisiatif-Nya. Penyelamatan Israel dimulai dalam kesetiaan seorang perempuan yang percaya pada firman Allah sebelum melihat hasilnya. Peristiwa ini mengajak kita untuk menyadari bahwa sering Allah sedang mengerjakan masa depan yang besar di balik keadaan hidup kita yang tampak buntu dan tak berdaya. Kedua, Kekudusan Mendahului Kekuatan dan Panggilan. Sebelum Simson menerima kekuatan yang luar biasa, Allah telah terlebih dahulu menetapkan gaya hidup kudus, bahkan sejak dalam kandungan. Nazar bukan sekadar simbol rohani, melainkan penanda bahwa hidup Simson dipisahkan dari dunia bagi Allah. Menariknya, tuntutan kekudusan itu pertama-tama diberikan kepada ibunya, bukan kepada Simson sendiri. Memang panggilan ilahi sering dimulai dari ketaatan orang lain di sekitar kita, dan bahwa kuasa Roh Tuhan bekerja selaras dengan hidup yang dipersembahkan. Kekuatan tanpa kekudusan akan kehilangan arah, tetapi kekudusan membuka ruang bagi Roh Tuhan untuk menggerakkan hidup sesuai rencana-Nya. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda