Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Kamis, 18 Desember 2025. Tunas yang Bertumbuh dalam Kesunyian (Yeremia 23:5-8). 23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. 23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita. 23:7 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, 23:8 melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat daimbil dari bacaan hari ini, Yeremia 23:5–8: Pertama, Tunas yang Bertumbuh dalam Kesunyian. Allah berjanji akan “menumbuhkan Tunas adil bagi Daud.” Kata tunas menyiratkan sesuatu yang kecil, rapuh, dan hampir tak terlihat pada awalnya, bertumbuh perlahan di tengah sisa-sisa pohon yang seakan mati. Di tengah kegagalan para raja dan gembala Israel, Allah tidak langsung menghancurkan segalanya, melainkan menumbuhkan keadilan dari akar yang setia. Karya pemulihan Allah sering dimulai secara diam-diam, tidak spektakuler, namun mengandung masa depan yang pasti. Dalam hidup kita, Allah kerap bekerja melalui pertumbuhan yang setia, hingga pada waktunya keadilan dan kebenaran nyata terpancar. Kedua, Dari Ingatan Lama ke Kesaksian Baru. Tuhan menyatakan bahwa kisah pembebasan yang akan datang kelak melampaui narasi Eksodus dari Mesir. Ini tidak berarti Allah meniadakan karya lama-Nya, tetapi memperluas maknanya: dari pembebasan fisik menuju pemulihan yang menyeluruh tercerai-berai dikumpulkan, yang tersesat dipulangkan, dan yang hidup dalam ketakutan diberi ketenteraman. Nama Sang Raja, “TUHAN—keadilan kita,” menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya perubahan keadaan, tetapi perubahan identitas. Umat tidak lagi bertumpu pada sejarah keselamatan masa lalu, melainkan hidup sebagai kesaksian dari karya Allah yang terus memperbarui dan memulihkan. Renungan ini menantang kita untuk tidak terjebak pada nostalgia iman, tetapi membuka diri bagi karya Allah yang sedang dan akan Ia lakukan hari ini. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda