Antara Kekaguman dan Pengenalan
...

Antara Kekaguman dan Pengenalan

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Jumat, 14 Nopember 2025. Antara Kekaguman dan Pengenalan (Kebijaksanaan 13:1-9). 13:1 Sungguh tolol karena kodratnya semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali dan mereka tidak mampu mengenal Dia yang ada dari barang-barang yang kelihatan, dan walaupun berhadapan dengan pekerjaan-Nya mereka tidak mengenal Senimannya. 13:2 Sebaliknya, mereka mengganggap sebagai allah yang menguasai jagat raya ialah api atau angin ataupun udara kencang, lagipula lingkaran bintang-bintang atau air yang bergelora ataupun penerang-penerang yang ada di langit. 13:3 Jika dengan menikmati keindahannya mereka sampai menganggapnya allah, maka seharusnya mereka mengerti betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu. Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya. 13:4 Jika mereka sampai dipesonakan oleh kuasa dan daya, maka seharusnya mereka menjadi insaf karenanya, betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu. 13:5 Sebab orang dapat mengenal Khalik dengan membanding-bandingkan kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya. 13:6 Namun demikian dalam hal ini mereka hanya sedikit saja salahnya, sebab mungkin mereka hanya tersesat, tetapi mereka mencari Allah dan berusaha menemukan-Nya. 13:7 Karena mereka sibuk dengan pekerjaan-Nya dan menyelidikinya, dan mereka terharu oleh yang mereka lihat, sebab memang indahlah hal-hal yang kelihatan itu. 13:8 Tetapi bagaimanapun juga mereka tidak dapat dimaafkan. 13:9 Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa gerangan mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu?

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Kebijaksanaan 13:1–9: Pertama, Antara Kekaguman dan Pengenalan. Bacaan ini menjelaskan bahwa keindahan dan kekuatan alam semesta dapat menuntun manusia pada kekaguman rohani, tetapi juga dapat menjerumuskannya bila kekaguman itu berhenti pada ciptaan, bukan pada Sang Pencipta. Manusia sering terpesona oleh harmoni alam, oleh hukum-hukum semesta yang menakjubkan, hingga lupa bahwa harmoni itu tidak mungkin ada tanpa Pemusik Agung yang menciptakan nadanya. Semoga kekaguman kita akan keindahan alam membawa kita mengenal Sang Pencipta. Kedua, Pengetahuan yang Tidak Mengantar pada Kebijaksanaan. Dalam ayat 9 dikatakan: “Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa gerangan mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu?” Manusia bisa menguasai ilmu tentang jagat raya, memahami struktur atom hingga galaksi, namun tetap gagal mengenal Sumber segala pengetahuan itu. Ayat ini mengingatkan bahwa pengetahuan tanpa penyembahan adalah kekosongan rohani—bagaikan membaca puisi tanpa pernah mengenal penyairnya. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda