Tubuh Kristus Sebagai Jaringan Kasih dan Kesetiaan
...

Tubuh Kristus Sebagai Jaringan Kasih dan Kesetiaan

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Sabtu, 8 Nopember 2025. Tubuh Kristus Sebagai Jaringan Kasih dan Kesetiaan (Roma 16:1-9,16,22-27). 16:1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,16:2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri. 16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus. 16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi. 16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus. 16:6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu. 16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. 16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan. 16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi. 16:16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. y Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. 16:22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini. 16:23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita. 16:24 (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.) 16:25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, --menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, 16:26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman-- 16:27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Roma 16:1–27: Pertama, Pelayanan yang Tidak Terlihat. Dalam ayat 1 Paulus menulis: “Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea”. Dalam bagian ini Paulus menyebut satu per satu nama: Febe, Priskila, Akwila, Maria, Andronikus, Yunias, dan banyak lagi. Sebagian besar dari mereka adalah tokoh-tokoh yang nyaris tak dikenal di luar bagian ini. Namun, bagi Paulus, mereka begitu berarti. Ini mengingatkan kita bahwa kerajaan Allah dibangun bukan hanya oleh tokoh besar di mimbar, melainkan oleh banyak pribadi yang melayani dalam diam mereka yang membuka rumah, yang menolong dalam perjalanan, yang menopang dengan doa dan tumpangan. Dalam dunia yang haus pengakuan, Tuhan mengenal dengan sempurna setiap pelayanan tersembunyi. Nama kita mungkin tidak tercatat dalam sejarah manusia. Berbahagialah kalau nama kita tercatat di dalam kasih Allah, itulah kemuliaan sejati… “bersukacitalah karena namamu terdaftar di surga” (Lukas 10:20). Kedua, Tubuh Kristus Sebagai Jaringan Kasih dan Kesetiaan. Paulus menutup surat Roma dengan sapaan hangat dan personal. Ia menyebut nama-nama yang berbeda bangsa, status sosial, dan latar belakang, namun semuanya disebut “dalam Kristus.” Ini bukan sekadar daftar teman, tetapi ini adalah gambaran Gereja yang hidup sebagai tubuh Kristus, yang berdenyutkan kasih dan kesetiaan antaranggota. Di balik salam-salam itu tersembunyi realitas spiritual yang mendalam: Injil yang diwartakan Paulus menumbuhkan persaudaraan yang melampaui batas etnis, ekonomi, dan sosial. Paulus melihat Kristus hadir dalam setiap hubungan itu. Gereja sejati bukan hanya tempat ibadah, tetapi jaringan kasih yang menghidupi Injil dalam relasi sehari-hari. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda