Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Jumat, 7 Nopember 2025. Keberanian dalam Pelayanan Lahir dari Kasih Karunia (Roma 15:14-21). 15:14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. 15:15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, 15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. 15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. 15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, 15:19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. 15:20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, 15:21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya.
Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini Roma 15:14–21: Pertama, Keberanian dalam Pelayanan Lahir dari Kasih Karunia. Dalam ayat 15 Paulus menulis: “Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu.” Paulus menekankan bahwa keberaniannya dalam pelayanan tidak berasal dari ambisi pribadi, kecerdasan, atau kekuatan manusia, melainkan berasal dari kasih karunia Allah. Keberanian sejati muncul ketika kita menyadari bahwa kita dipilih dan diperkuat oleh Roh Kudus untuk tugas tertentu. Pelayanan yang dipenuhi keberanian ilahi tidak tergantung pada pengakuan manusia, melainkan pada kepastian bahwa Allah menyertai setiap langkah. Pelayanan yang paling efektif bukan yang ditampilkan dengan gemilang untuk dilihat banyak orang, tetapi yang dilakukan dengan keberanian yang lahir dari kesadaran bahwa kita hanyalah alat di tangan Allah. Saat kita percaya pada kasih karunia itu, kita sanggup menasihati, menegur, dan memimpin tanpa rasa takut atau ragu. Kedua, pelayanan yang menghargai dasar yang telah dibangun oleh orang lain dan mencapai yang belum tersentuh. Dalam ayat 20 Paulus menulis: “Aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang… tetapi mereka yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia.” Paulus menunjukkan prinsip pelayanan yang rendah hati dan strategis: menghormati pekerjaan orang lain dan fokus pada mereka yang belum mengenal Kristus. Paulus mengajarkan bahwa kehormatan pelayanan bukan pada jumlah yang sudah dijangkau, tetapi pada keberanian untuk menjangkau yang belum tersentuh. Pelayanan yang bijaksana mengutamakan kesetiaan kepada panggilan Allah, bukan pencapaian pribadi. Pelayanan sejati merupakan kombinasi antara kerendahan hati (tidak membangun di atas karya orang lain) dan inisiatif rohani untuk membawa terang kepada mereka yang belum menerima Injil. Paulus mengajarkan bahwa setiap tindakan harus diperhitungkan dalam konteks tujuan Allah, bukan untuk kepentingan diri sendiri. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).
Pertama :
Kedua :
Berkat :
Kembali ke Beranda