Kasih yang Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari
...

Kasih yang Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari

Selamat pagi dan salam jumpa dalam Sari Firman: Memotivasi Diri, Selasa, 4 Nopember 2025. Kasih yang Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari (Roma 12:5-16). 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain. 12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman r kita. 12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar 12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita. 12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! 12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! 12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! 12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

Renungan : Dua pokok permenungan yang dapat diambil dari bacaan hari ini, Roma 12:5–16: Pertama, Kesatuan yang Hidup dari Keberagaman yang Kudus. Ayat 5–8 menyingkapkan bahwa kesatuan tubuh Kristus bukanlah keseragaman, melainkan harmoni di tengah keberagaman. Masing-masing anggota memiliki karunia yang berbeda, tetapi semuanya hidup dalam satu napas, yaitu kasih karunia Kristus. “Kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus.” Kesatuan sejati dalam Kristus bukan sekadar ada bersama atau bekerja bersama, tetapi saling menghidupi satu sama lain. Setiap karunia menjadi aliran kasih yang memperkaya tubuh, bukan menonjolkan diri. Saat seseorang mengajar dengan kasih, yang lain melayani dengan sukacita, dan yang lain menunjukkan kemurahan, maka pada saat itulah seluruh tubuh memancarkan wajah Kristus di dunia. Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa besar karunia kita, melainkan seberapa dalam kita menghidupkan kasih dalam perbedaan. Kedua, Kasih yang Menyala dalam Kehidupan Sehari-hari. Ayat 9–16 menegaskan bahwa kasih adalah energi ilahi yang menggerakkan tindakan nyata. Paulus menulis, “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura… biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (ayat 9). Kasih sejati adalah api yang membakar kepura-puraan. Ia mengubah cara kita memandang sesama: dari objek pelayanan menjadi saudara dalam perjuangan iman. Kasih yang murni menuntun kita untuk tetap berbuat baik bahkan kepada mereka yang menyakiti, untuk bersukacita bersama yang bersukacita, dan menangis bersama yang menangis. Ini adalah bentuk kasih yang inkarnatoris kasih yang berpeluh, berdoa, dan bertekun dalam kesederhanaan hidup. Salam, doa dan berkat Allah Tritunggal Mahakudus menyertaimu semua (Norbert Labu, Pr).

Pertama :



Kedua :

Berkat :

Kembali ke Beranda